Powered By Blogger

Kamis, 04 Juni 2026

The Psychology of Money - by Morgan Housel


Dalam The Psychology of Money, inti cara berpikir investasi yang sehat sebenarnya sederhana: uang lebih ditentukan oleh perilaku daripada kepintaran.

Investor yang baik bukan yang selalu benar, tetapi yang mampu bertahan lama di dalam permainan. Karena itu, hal pertama yang paling penting bukan mencari keuntungan besar, melainkan menghindari kehancuran modal. Selama tidak bangkrut, waktu akan menjadi sekutu paling kuat melalui efek compounding.

Fluktuasi harga harian bukanlah risiko utama. Risiko sesungguhnya adalah ketika keputusan buruk membuat modal tidak bisa pulih lagi. Maka keputusan investasi seharusnya lebih defensif daripada agresif—lebih fokus menjaga downside daripada mengejar upside ekstrem.

Dalam perjalanan panjang, Anda tidak perlu banyak kemenangan besar. Cukup beberapa keputusan yang benar dan bertahan lama sudah bisa membentuk hasil yang luar biasa. Sebaliknya, terlalu sering masuk-keluar pasar biasanya justru mengganggu proses compounding itu sendiri.

Di titik tertentu, investasi bukan lagi soal “berapa banyak lagi”, tetapi “berapa cukup”. Karena tanpa definisi cukup, seseorang akan terus mengejar lebih, yang sering kali justru meningkatkan risiko dan menurunkan kualitas keputusan.

Pada akhirnya, hasil investasi bukan hanya soal analisis, tetapi soal karakter: sabar saat pasar tidak bergerak, tenang saat pasar jatuh, dan konsisten saat tidak ada kepastian. Tujuan akhirnya bukan sekadar return maksimum, tetapi kebebasan—ketika uang memberi ruang untuk hidup dengan tenang dan tidak terus-menerus dikejar oleh keputusan finansial yang emosional.


Rabu, 03 Juni 2026

Feline Thinker vs Engineer Mindset "Idea from John Gray, Feline Philosophy"


Bayangkan kamu seorang engineer yang sedang memegang sebuah sistem besar—bisa itu mesin, proyek, atau bahkan hidupmu sendiri. Insting pertamamu adalah: semua harus bisa dimodelkan. Ada input, ada output, ada variabel yang bisa diatur. Kalau hasilnya belum optimal, berarti ada yang perlu diperbaiki. Tambah efisiensi. Kurangi noise. Perbaiki bug. Dunia terasa seperti sesuatu yang, pada akhirnya, bisa ditaklukkan lewat logika dan iterasi.

Di dalam cara pandang ini, hidup seperti proyek optimisasi tanpa akhir. Kamu selalu bertanya: “apa yang bisa saya lakukan agar hasilnya lebih baik?” Dan itu memberi rasa kendali. Selama ada sesuatu yang bisa diubah, berarti ada harapan untuk perbaikan.

Tapi di sisi lain, ada cara pandang yang berbeda, seperti yang dibawa John Gray dalam *Feline Philosophy*. Ia seolah berdiri di luar ruang kontrol itu dan berkata: mungkin kamu terlalu percaya bahwa sistem ini bisa dikendalikan sepenuhnya. Mungkin tidak semua variabel bisa diukur. Mungkin ada banyak hal dalam hidup yang tidak pernah benar-benar bisa “dioptimalkan”.

Dalam pandangan ini, hidup bukan mesin yang bisa disetel sampai sempurna, tapi ekosistem yang kompleks—kadang stabil, kadang acak, sering kali tidak peduli dengan rencana kita. Seperti kucing yang tidak sedang mengejar efisiensi atau tujuan besar, tapi hanya hidup dalam apa yang sedang terjadi. Tidak lebih, tidak kurang.

Di titik ini, ketegangan mulai terasa. Sebagai engineer, kamu ingin memperbaiki. Sebagai “feline thinker”, kamu diajak untuk berhenti menganggap semuanya harus diperbaiki. Yang satu mendorong kontrol, yang lain meredam ilusi kontrol.

Kalau kamu terlalu tenggelam dalam mindset optimisasi, hidup bisa berubah menjadi rangkaian target yang tidak pernah selesai. Selalu ada yang kurang, selalu ada yang bisa ditingkatkan. Bahkan saat sudah baik, masih terasa belum cukup optimal.

Sebaliknya, jika kamu terlalu larut dalam sikap menerima tanpa batas, kamu bisa kehilangan dorongan untuk memperbaiki hal-hal yang sebenarnya bisa diperbaiki. Dunia jadi terlalu “apa adanya”, tanpa arah untuk berkembang.

Di antara dua cara pandang itu, sebenarnya ada ruang yang lebih realistis. Ada hal-hal dalam hidup yang memang bisa diperlakukan seperti sistem engineering: skill, pekerjaan, kesehatan, investasi. Di sana, optimisasi masuk akal. Tapi ada juga hal-hal yang lebih mirip cuaca atau ekosistem: orang lain, keberuntungan, waktu, perubahan besar hidup. Di sana, kontrol penuh hanyalah ilusi halus yang sering membuat kita lelah sendiri.

Dan mungkin kebijaksanaan bukan memilih salah satu, tapi tahu kapan harus menjadi engineer yang memperbaiki sistem, dan kapan harus menjadi kucing yang duduk diam, membiarkan hidup lewat tanpa harus selalu mengubahnya.


Rabu, 06 Mei 2026

Dua Musim Kebahagiaan

 


Ada dua musim dalam kehidupan manusia, dan masing-masing punya caranya sendiri untuk memberikan kebahagiaan.

Musim pertama adalah musim muda.

Di musim ini, kebahagiaan datang seperti air yang mengalir deras — mudah, melimpah, dan terasa di mana-mana. Mata masih tajam menikmati keindahan. Lidah masih peka merasakan kelezatan. Kaki masih kuat melangkah jauh. Telinga masih jernih menangkap harmoni.

Gunung bisa didaki. Lautan bisa diseberangi. Meja makan yang penuh hidangan adalah surga kecil yang nyata. Setiap perjalanan adalah petualangan. Setiap pertemuan adalah energi baru.

Kebahagiaan di musim ini seperti buah yang bisa langsung dipetik — segar, manis, dan terasa nyata di ujung lidah.


Musim kedua adalah musim tua.

Perlahan, tanpa bisa dilawan, musim berganti. Mata mulai rabun. Lutut mulai bicara setiap kali diajak mendaki. Lidah tidak lagi sepeka dulu. Telinga mulai meminta pengulangan.

Dan di sinilah ujian sesungguhnya dimulai.

Mereka yang selama hidupnya hanya menggantungkan kebahagiaan pada kekuatan fisik dan ketajaman indra — akan merasakan musim kedua ini sebagai kehilangan yang menyakitkan. Seolah kebahagiaan telah pergi, dan yang tersisa hanya tubuh yang semakin terbatas.

Tapi mereka yang bijak — mereka yang sudah mulai menanam sejak musim pertama — akan menemukan sesuatu yang luar biasa di musim kedua ini.

Bahwa ada kebahagiaan yang tidak bisa tua.


Kebahagiaan yang tidak menua.

Kebahagiaan batiniah tidak butuh mata yang tajam untuk melihat keindahan — karena ia melihat dengan hati. Tidak butuh kaki yang kuat untuk bepergian — karena perjalanannya ke dalam, bukan ke luar. Tidak butuh lidah yang peka untuk merasakan kelezatan — karena yang dinikmatinya adalah kedamaian, rasa syukur, dan ketenangan jiwa yang tidak tertandingi oleh makanan seenak apapun.

Seorang tua yang batinnya kaya akan duduk dalam diamnya dan merasakan kebahagiaan yang bahkan tidak pernah ia rasakan di puncak mudanya.

Karena kebahagiaan batiniah justru semakin matang seiring waktu — seperti kayu timoho yang semakin tua semakin dalam peletnya, semakin tua semakin berharga.


Pesan untuk kita semua.

Nikmatilah musim mudamu sepenuhnya — itu adalah anugerah yang nyata. Makan yang enak, pergi yang jauh, lihat yang indah, rasakan yang menyenangkan. Tidak ada yang salah dengan itu.

Tapi sambil menikmati musim pertama, mulailah menanam untuk musim kedua. Karena musim tua pasti datang — tanpa kecuali, tanpa negosiasi.

Dan ketika ia datang, hanya ada dua pilihan:

Menjadi tua dengan tangan kosong — merindukan kebahagiaan yang sudah pergi.

Atau menjadi tua dengan batin yang kaya — menikmati kebahagiaan yang tidak pernah bisa diambil oleh waktu.


Tubuh memang akan menua. Tapi jiwa — jiwa bisa terus bertumbuh, selama kita mau merawatnya. 🌿

Jumat, 21 Februari 2025

Artikel Li Ka-shing


Tidak lama setelah beberapa properti mewah di Hong Kong terjual dengan diskon 70%, kabar mengenai pemilik terkaya Hong Kong, Li Ka-shing, yang sedang sakit parah, beredar. 

Waktu yang tersisa tidak banyak baginya, dia menulis "Lagu Rakyat Senja" di tempat tidurnya, merasa menyesal atas banyak hal yang sudah terlambat untuk dilakukan.

Sepertinya kesetaraan sejati di dunia ini adalah kematian, baik itu bagi orang terkaya maupun orang miskin.

Sebelumnya, Li Ka-shing percaya pada obat panjang umur, dengan menyuntikkan biaya jutaan untuk setiap suntikan, namun itu tidak bisa memperpanjang hidupnya.

Dia berusia 92 tahun, selama bertahun-tahun menjadi orang terkaya, dia adalah seorang pekerja keras, pengusaha terkenal, baru pada tahun 2018 dia mengumumkan pensiun, setelah pensiun, dia mulai menikmati hidup!

Sekarang, dia memiliki waktu luang, dia menulis "Senja Ballad" ini, untuk dibagikan kepada semua orang:

Takdir kehidupan adalah nol, tidak peduli apa yang Anda lakukan.  
Mulai dari nol, hasilnya cuman nol. 

Jalani hidup dengan sikap yang alami saja.
Jangan berpikir untuk menjadi kaya di akhir hayat, apa yang datang tidak jelas, apa yang pergi membuat bingung. 

Apakah itu milikmu sebelum hidup atau setelah mati? 
Harusnya kamu sadar, jangan tertipu.

Jika kamu puas, kamu akan bahagia, dan hidup tua akan menyenangkan. 
Jangan terlalu senang dengan kekayaan, jangan terlalu sedih dengan kemiskinan, jalani hidup dengan alami dan bebas.

Jangan pernah memaksa, jangan pernah bertengkar, kehidupan adalah seperti mimpi dan kabut. 

Langit kosong, bumi kosong, kehidupan manusia hanyalah bayangan.

Matahari kosong, bulan kosong, air sungai selalu mengalir ke timur. 

Ladang kosong, rumah kosong, pemiliknya terus berganti.

Cinta kosong, rasa kosong, akhirnya semuanya akan pergi ke cerobong asap tinggi. 

Emas kosong, perak kosong, apa yang akan kamu pegang setelah kematian?

Nama kosong, keuntungan kosong, ketika mata tertutup, mimpi indah berakhir. 

Kemenangan kosong, kekalahan kosong, kehidupan adalah seperti mimpi yang berakhir.

Jabatan kosong, kekuasaan kosong, tidak ada yang duduk di istana sepanjang hidup. 

Kekayaan kosong, kemiskinan kosong, hidup ini harus kamu terima dengan baik.

Musim semi pergi, musim panas datang, musim gugur dan musim dingin berganti, pasang surut laut tidak pernah berakhir, melihat dunia dengan pikiran yang jernih. 

Setiap keluarga memiliki kesusahan yang sulit diucapkan, jangan biarkan kekhawatiran menghantui pikiran.

Membesarkan anak adalah kewajiban, membantu mereka adalah kebahagiaan. 
Anak cucu akan memiliki nasib mereka sendiri, jangan biarkan mereka terperangkap. 

Selama tua kamu harus sehat, hidup dalam kebahagiaan.

Pagi pergi ke barat, malam pergi ke timur, manusia seperti lebah mengumpulkan madu. 
Untuk siapa madu itu? 

Manis, hidup penuh dengan kesulitan yang sia-sia. 

Lihatlah dengan luas, berpikirlah dengan jernih, jadilah tua yang damai dengan dunia.

Dari jauh, rumah sakit seperti surga, menyelamatkan banyak orang. 

Dari dekat, rumah sakit seperti bank, mengumpulkan banyak uang.

Masuk ke rumah sakit adalah seperti penjara, lebih baik mencegah sejak dini!

Kesehatan adalah aset tak terlihat, menjaga kesehatan seperti menabung di bank. 

Penyakit seperti membayar utang, penyakit serius dapat menguras semua kekayaan. 
Jangan menganggap enteng, pada saat menyesal sudah terlambat!

Lebih baik berdiri dan menjaga kesehatan sendiri, jangan terbaring dan ditipu orang lain! 

Jika tidak menjaga kesehatan, akan menjadi biaya besar.  

Cintailah keluarga Anda dengan mencintai diri sendiri.  

Mencintai diri sendiri adalah tindakan bijak!

Hidup terlalu singkat, jangan terlalu khawatir tentang uang!

Kekayaan tak berujung, tidak akan membawa matahari terbenam.

Emas seberat seribu koin, tidak akan membawa kesehatan tubuh. 

Hidup dan mati ditentukan oleh takdir, kemakmuran ada di tangan Tuhan!

Ada waktunya untuk segalanya, jangan memaksakan saat yang tidak tepat! 
Anak cucu akan memiliki nasib mereka sendiri, jangan biarkan mereka menjalani hidup yang sulit!

Hidup terlalu singkat, jangan terlalu serius! 

Prestasi dan keuntungan hanyalah awan yang lewat; kemuliaan dan kekayaan hanyalah pesta sesaat.

Dalam sekejap, rambut hitam menjadi putih, segala hal menjadi asap, mengapa harus selalu dipikirkan, mengapa harus selalu mencari masalah!


Sepuluh resep kebahagiaan:

•Buka mata, 

•buka pikiran, 

•relakan, 

•lepaskan, 

•mengalah, 

•toleransi, 

•pengertian, 

•menyerah, 

•rela, 

•baik.


Artikel Li Ka-shing ini  sangat bagus, layak untuk dibaca, hal baik harus dibagikan. 

Semoga kita bisa melihat dengan jelas lebih awal 🤲🙏

Rabu, 12 Februari 2025

BALADA PRIA 75 TAHUN

 




BALADA PRIA 75 TAHUN

 oleh A. Slamet Raharjo

 

Rasanya belum lama, ternyata sudah 75  tahun umurnya.

 

Anak-anak yang dulu kecil, tak terasa besar dengan sendirinya, mereka sudah jadi sarjana dan kerja, sudah punya anak yg lucu lucu. Kita kita sudah punya cucu, kita sudah tidur dengan nenek², tapi ada teman2 kita yg anaknya belum kawin karena telat kawinnya.

 

Bahagianya dekat cucu, karena dulu dengan anak tak dekat, tak banyak waktu, saat itu sedang berat-beratnya bekerja, kurang waktu untuk mereka.

 

Rasanya belum lama, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Burung yg dulu perkasa, sekarang sudah kurang berdaya, kalaupun bisa: may be yes, may be no, malah ada yang sudah disfungsi.

 

Semakin tua, istri juga mulai malas melayani, kalau melayani setengah terpaksa, menopause bikin susah menikmatinya. Akibatnya kena prostat. Tapi kalau lihat barang bening, mata masih nakal, pikiran masih binal, tapi hanya sampai disitu. Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai.

 

Rasanya belum lama, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Sudah mengalami pahit manis getirnya dunia, asin hambar kecut gurihnya bumi. Dulu banyak yg orang tuanya melarat, moto orang tua dulu: banyak anak banyak rejeki. Ternyata tidak begitu, hidupnya jadi berat dan melarat. Bisa kuliah di Universitas, itu sebuah keberuntungan. Kebanyakan kuliah dengan biaya sendiri, sambil kuliah ngajar/ngasih les, sambil kuliah nyopir taksi, sambil kuliah bikin skripsi, sambil kuliah jual beli: jual celana beli nasi.

 

Bekerja keras, bertahan hidup, alhamdulilah lulus, lalu merangkak dari bawah, berjuang menjadi kepala kereta api, menggeret gerbong keluarga, membiayai saudara agar lulus sarjana, membiayai orang tua yg kehabisan dana. Tak mengeluh dan mengaduh, menjalaninya dengan ikhlas dan gembira.

 

Rasanya belum lama, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Momen paling bahagia adalah ketika diterima di Universitas, ketika lulus jadi sarjana: yang pinter jadi peneliti atau dosen, yang malas dan nyontekan malah jadi bos. Yg jadi wiraswasta, mentalnya harus jadi orang kaya, modalnya nyali dan doa, harus berani ngomong besar, harus kerja keras, tidak siang tidak malam, kerja, jatuh, bangun lagi, jatuh, bangkit lagi, hingga kurang waktu untuk anak2, kurang waktu untuk isteri.

 

Ada yg beruntung sukses, ada yg tidak beruntung nyungsep, rejeki tak bisa dikejar, kalau waktunya tiba, rejeki datang sendiri, tapi kalau tanpa usaha, mana mungkin rejeki menghampiri. Alhasil sejak umur empat puluhan, banyak yg sudah mulai terjaga: rumah mobil tanah sudah ada, piknik keluar negeri, makan mahal dan nginap di hotel berbintang, nonton musik dan nyawer.

 

Rasanya belum lama, ternjata sudah 75 tahun umurnya.

 

Waktu kerja dulu adalah waktunya mencari dan menyimpan, waktu sudah tua, waktunya pensiun berhenti kerja, waktunya menjaga harta dan melepas perlahan sesuai kebutuhan agar di masa tua aman, bisa mencukupi semua kebutuhan, syukur bisa memberi warisan, bisa mengurus kebutuhan sendiri tanpa mengganggu anak, karena anak kita punya kebutuhan sendiri.

 

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Sudah saatnya pikirkan masa depan bila diberi hidup 10 tahun lagi, berapa kebutuhan 10 tahun ke depan, berapa dana yang harus disimpan, taruh dana di deposito, pilih bank meyakinkan, walau kecil bunganya tapi aman. Dana cadangan tunai harus cukup, apalagi kalau tak ada asuransi, bila ada yang sakit dibutuhkan, bila ada kebutuhan mendadak, diperlukan.

 

Investasi di masa tua dihindari, salah salah habis merugi, salah salah mewariskan hutang. Siapkan dana tunai yang cukup, aset yg ada dijual, berlian, emas kalau perlu dijual, rumah yg besar dan luas, kalau terpaksa dijual juga lalu beli rumah yang dibutuhkan, bukan yang diimpikan, atau tinggal di apartemen, bahkan tinggal di panti jompo, toh kembali pokok, tinggal berdua, anak anak sudah meninggalkan rumah, sudah 4 L: lu lagi, lu lagi.

 

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Harus bersiap tinggal di panti jompo, tidak perlu gengsi, tidak perlu malu, jaman sudah berubah, tak perlu dengar gunjingan orang karena akan banyak panti jompo bagus, di situ ada banyak fasilitas lengkap: ada suster, dokter yg setiap saat bertugas, ada menu makanan sehat berkualitas, karena anak anak belum tentu punya waktu mengurus, seperti saat mengurus mereka.

 

Bukankah sekarang terasa rumah membebani, biaya listrik, air dan iuran sarana, besar. Ketika pembantu tak ada, sopir tak ada, baru terasa beratnya urusan rumah. Padahal capai sedikit badan sudah menjerit, malah malah bisa jatuh sakit. Biaya kesehatan makin besar, seperti memelihara mobil tua. Ternyata makin tua, makin kaya, makin kaya penyakit.

 

Kesehatan jadi urutan pertama, sehat ukurannya gampang, tidur nyenyak, makan enak, dan lancar berak.

 

Rasanya belum lama, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Saatnya jangan terlalu pelit untuk diri sendiri, sudah cukup cinta dan materi, kepada anak, isteri, orang tua dan saudara, kita beri. Saatnya memperhatikan diri. Siapkan duit untuk kebutuhan ini. Celakanya, saat muda mau makan enak duit tak ada, saat tua, duit ada, makan enak tak bisa. Itu namanya apes. Polisinya istri dan anak, mereka galak semua. Ini dilarang, itu dilarang, ketika lemes, pusing dan sakit2an, dibilang dokter kurang gizi. Alamak!

 

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Celaka, kita masih memikirkan masa depan anak kita, bahkan cucu kita. Ingin membantu keuangan mereka, merasa itu tanggung jawab kita. Kita jadi stres sendiri, kita bisa stroke malah bisa out. Bukankah anak anak punya rejeki masing masing? Kita tidak boleh terlalu protektif, bisa bisa mereka tidak mandiri. Tugas kita sebagai orang tua adalah mengenalkan anak ke Sang Pencipta, memberi panutan dan tuntunan, mengajarkan moral dan budi pekerti, membiayai anak jadi sarjana, bisa membiayai perkawinan mereka, bisa kasih uang muka rumah sederhana, yang terpenting memberi waktu, perhatian dan cinta.

 

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Anak anak keluar rumah, mereka sudah berkeluarga, di rumah tinggal berdua, rumah besar yg dimimpi, sudah ada dan nyata, tapi sunyi.

 

Di rumah ada isteri, teman bercanda, berbagi rasa, teman dalam untung dan malang, partner berbincang juga partner perang, bisa perang mulut atau perang bisu, kata orang, itu buahnya pernikahan. Semua itu tidak mengapa, itu biasa, selama menyempurnakan rumah tangga, asal menambah kemesraan dan cinta.

 

Isteri tambah tua, tambah pula bawelnya, tambah pula bobotnya, tambah banyak cemburunya. Itu dari sononya, terima saja. Kita juga begitu, gampang tersinggung, gampang marah, merasa mau menang, padahal kurang memberi uang, malah kadang ngutang.

 

Kita sekamar tapi nonton TV nya beda. Kita suka film action, dia suka drama Korea, manusia diciptakan berbeda, justru itulah keindahannya, seperti pelangi di cakrawala, indah karena kombinasi berbagai warna.

 

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Dulu waktu muda, semua sibuk, di luar sibuk kerja, ada isteri kerja, ada isteri jadi ibu rumah tangga, waktu berdua terbatas karenanya.

 

Saat tua ada baiknya, banyak waktu bersama, berjalan, bergandengan tangan, beribadah, ziarah dan piknik bersama, saling memberi saling melayani, saatnya menambal luka.

 

Saatnya mesra, saatnya berbagi suka, karena sejatinya, istri adalah garwo, sigaraning nyowo. Istri adalah pembawa rejeki kita.

 

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Ketika berhenti kerja, saatnya bisa mengisi hari hari, mencari passion kita.

 

Yg hobi menulis, menulislah, yg hobi melukis, melukislah, yg hobi membaca, membacalah, yg hobi tanaman, bertanamlah, yg hobi menyanyi, menyanyilah, yg hobi kerja, bekerjalah, boleh kerja tapi yang ringan saja. Raga harus aktif, pikiran harus dilatih stay happy,. Otak harus on, seperti naik sepeda, kalau berhenti, jatuh bangun lagi.

 

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Teman teman berguguran, kita antri menunggu panggilan, yang alim, dermawan dan baik, biasanya duluan.

 

Waktunya bertobat, belum terlambat, waktunya dengan Allah, kita dekat. Waktunya taat beribadah, waktunya banyak amal kita buat, waktunya kita membuat wasiat, membagi warisan untuk anak kita, supaya tidak menjadi bencana, bila terjadi sesuatu pada kita. Semua tahu semua terencana, karena warisan itu bermata dua: bisa jadi hadiah, bisa jadi musibah, setidaknya kita bisa mengantisipasi.

 

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Anak-anak sekarang bukan seperti kita dulu, nurut sama orang tua. Mereka kini punya pendapat sendiri, kadang kita tidak mengerti. Kita tidak bisa memaksa, hanya bisa mengarahkan dan memberikan nasehat bila didengar. Belum tentu anak kita mau melanjutkan usaha kita, yang nyata sudah terbukti hasilnya. B gakila anak lelaki kita kawin, kita harus siap kehilangan, bila anak perempuan kita kawin, mudah mudahan ia masih kita miliki, harta berharga kita hanyalah melihat anak.

 

Mereka bahagia, kita ikut bahagia, semua pencapaian kita, akan tidak berarti ketika anak kita gagal.

Rabu, 09 Oktober 2024

"He who wants to do good, knocks on the door. He who loves, finds the door open."

 



The quote by Tagore:

"He who wants to do good, knocks on the door. He who loves, finds the door open."

Clear Meaning:

This quote highlights the difference between doing good out of a sense of duty and acting out of love.

  • Doing good: When someone has the intention to do good, they approach situations carefully, like knocking on a door to seek permission or access. It suggests effort and formality.

  • Loving: When someone acts out of love, doors are already open. There’s no need to knock because love naturally removes barriers and creates effortless connection and acceptance.

In short, love leads to openness and ease, while simply intending to do good often requires more effort or permission.

Selasa, 03 September 2024

We Are Not Our Bodies


Kita bukan tubuh kita, wahai jiwa yang mengembara,
Bukan debu yang melekat, bukan luka yang merana.
Kita adalah hembusan angin yang tak terlihat,
Bisikan keabadian saat hidup ini dimulai dan berangkat.

Tubuh ini hanya jubah, dikenakan dan dilepas,
Ilusi yang singgah, di jalan ini kita bernafas.
Jangan tertipu dengan apa yang mata lihat,
Karena kau adalah samudra, bebas dan lepas.

Lihatlah di balik tatapan cermin yang hambar,
Ada cahaya dalam yang tak pernah pudar.
Kau bukanlah rasa sakit, bukan pula usia yang mengikat,
Tapi roh yang tak terikat waktu, lembut dan penuh rahmat.

Wahai pengembara, kau adalah cinta yang menggerakkan alam semesta,
Ketenteraman yang sunyi, meredakan segala rasa.
Bukan nyeri tubuh, bukan wujud yang fana,
Tapi langit tak berbatas, di mana jiwa bebas merana.

Kau adalah hati yang berdetak seirama dengan bintang,
Nyanyian alam semesta, tanpa batas, tanpa rintang.
Kau adalah rahasia yang dijaga alam raya,
Penyair terjaga saat dunia masih terlelap maya.

Jadi jangan ratapi garis-garis di wajahmu,
Mereka hanyalah peta dari pelukan jiwamu.
Lepaskan beban, cerita-cerita dari kulit yang menua,
Dan temukan kebenaran yang tersembunyi di dalam sana.

Sebab kau bukanlah bejana ini, rapuh dan kecil,
Tapi esensi cinta, segalanya dalam segalanya, tak pernah ingkar janji.
Kau adalah cahaya, bisikan, dan keluhan lembut,
Nafas suci yang tak akan pernah surut.

Rabu, 28 Agustus 2024

Cinta Abadi




Dalam ikatan cinta yang suci dan murni,
Kita merajut jalinan jiwa yang abadi.
Dalam pernikahan, kita bersumpah dengan hati,
Menjadi satu, tak terpisahkan oleh waktu dan ruang, abadi.

Ketika dua jiwa menyatu dalam satu napas,
Rasa cinta tumbuh, bagaikan bunga di kebun yang luas.
Seperti matahari dan bulan yang saling melengkapi,
Begitu pula kita, saling melengkapi dalam keabadian cinta yang sejati.

Di hadapan Tuhan, kita mengikat janji,
Dalam pelukan cinta, kita menemukan arti.
Dalam setiap sentuhan, dalam setiap tatapan,
Tersimpan kisah cinta yang tiada tara, tanpa batasan.


Mari kita menari dalam alunan cinta,
Menyanyikan lagu kebahagiaan yang abadi.
Dalam pernikahan ini, kita menemukan surga,
Cinta yang tulus dan suci, selamanya kita miliki.




Mengevaluasi kinerja keuangan RALS (Ramayana Lestari Tbk)


Untuk mengevaluasi kinerja keuangan RALS (Ramayana Lestari Tbk), Anda perlu memeriksa laporan keuangan terbaru dan indikator kinerja utama. Karena saya tidak memiliki data real-time, berikut adalah langkah-langkah utama yang harus Anda periksa untuk menilai kesehatan keuangan RALS:

1. Laporan Keuangan:

  • Laporan Laba Rugi: Periksa pendapatan, laba kotor, laba operasi, dan laba bersih. Ini akan memberi Anda gambaran tentang profitabilitas dan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan.
  • Neraca: Tinjau aset, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham untuk memahami stabilitas keuangan dan likuiditas perusahaan.
  • Laporan Arus Kas: Analisis arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan mengelola keuangannya.

2. Indikator Keuangan Utama:

  • Pertumbuhan Pendapatan: Periksa apakah RALS mengalami pertumbuhan pendapatan dalam beberapa kuartal atau tahun terakhir. Pertumbuhan yang konsisten adalah indikator positif.
  • Margin Profit: Evaluasi margin laba kotor, margin laba operasi, dan margin laba bersih untuk melihat seberapa efisien RALS beroperasi.
  • Earnings Per Share (EPS): Lihat EPS untuk memahami profitabilitas perusahaan per saham.
  • Rasio Harga terhadap Laba (P/E): Bandingkan rasio P/E RALS dengan pesaing industri untuk menentukan apakah saham tersebut dinilai terlalu tinggi atau terlalu rendah.

3. Kinerja Keuangan Terbaru:

  • Laporan Kuartalan: Tinjau laporan pendapatan kuartalan terbaru untuk wawasan mendetail tentang kinerja dan tren terkini.
  • Laporan Tahunan: Periksa laporan tahunan terbaru untuk gambaran menyeluruh tentang kesehatan keuangan RALS, arah strategis, dan posisi pasar.

4. Berita dan Pembaruan Terbaru:

  • Pengumuman Perusahaan: Cari pengumuman terbaru terkait kinerja keuangan, inisiatif baru, atau perubahan manajemen.
  • Analisis Pasar: Baca laporan analis atau tinjauan pasar terbaru untuk melihat bagaimana para ahli keuangan memandang kinerja dan prospek RALS.

5. Sumber Informasi Keuangan:

  • Situs Resmi Perusahaan: Sering kali memiliki bagian hubungan investor dengan laporan keuangan dan laporan terbaru.
  • Situs Berita Keuangan: Platform seperti Bloomberg, Reuters, dan Yahoo Finance menyediakan data keuangan dan analisis yang diperbarui.
  • Platform Pasar Saham: Platform pialang dan layanan keuangan sering menawarkan ringkasan keuangan dan analisis mendetail.

Jika Anda memiliki akses ke laporan keuangan terbaru RALS, Anda dapat meninjaunya untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kinerja keuangannya. Jika perlu, konsultasikan dengan penasihat keuangan untuk membantu menafsirkan data dan membuat keputusan yang tepat.


Disclaimer:

Sebagai bahan belajar saja, bukan perintah beli atau jual

Rabu, 14 Agustus 2024

Untuk menentukan apakah saham layak dibeli saat ini, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan


Untuk menentukan apakah saham  layak dibeli saat ini, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:

  1. Kinerja Keuangan: Tinjau laporan keuangan terbaru emiten, termasuk pendapatan, laba bersih, dan arus kas. Bandingkan dengan periode sebelumnya untuk melihat tren kinerja.

  2. Valuasi: Periksa rasio valuasi seperti Price-to-Earnings (P/E) Ratio, Price-to-Book (P/B) Ratio, dan Dividend Yield untuk menilai apakah saham tersebut dinilai wajar dibandingkan dengan perusahaan sejenis.

  3. Prospek Industri: Pertimbangkan kondisi industri otomotif dan sektor-sektor lain di mana emiten beroperasi. Pertumbuhan industri dan kondisi pasar dapat mempengaruhi kinerja saham.

  4. Berita dan Peristiwa Terkini: Cek berita terbaru tentang emiten, termasuk pengumuman strategi, peluncuran produk baru, atau perubahan dalam manajemen yang dapat mempengaruhi harga saham.

  5. Analisis Teknikal: Jika Anda menggunakan analisis teknikal, tinjau grafik harga saham, pola-pola yang ada, dan indikator teknikal untuk menentukan momentum dan potensi pergerakan harga.

  6. Kondisi Ekonomi: Pertimbangkan kondisi makroekonomi seperti suku bunga, inflasi, dan kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi pasar saham secara keseluruhan.

  7. Rencana Investasi: Pertimbangkan tujuan investasi Anda, toleransi risiko, dan jangka waktu investasi. Pastikan saham tersebut sesuai dengan profil risiko dan strategi investasi Anda.


Disclaimer:

Jika Anda merasa tidak yakin, mungkin bermanfaat untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan atau melakukan riset lebih mendalam sebelum membuat keputusan investasi.

Teknik pernapasan dalam yoga untuk Orang Tua



Teknik pernapasan dalam yoga sangat penting untuk meningkatkan manfaat latihan dan membantu tubuh tetap rileks. Berikut adalah beberapa teknik pernapasan yang dapat diterapkan dalam rutinitas yoga untuk orang tua:


### 1. *Pernapasan Perut (Diaphragmatic Breathing)*

   - *Cara Melakukan*:

     - Duduk atau berbaring dengan nyaman. Letakkan satu tangan di perut dan satu tangan di dada.

     - Tarik napas dalam-dalam melalui hidung, rasakan perut mengembang dan tangan di perut naik. Usahakan dada tetap relatif diam.

     - Hembuskan napas perlahan melalui mulut, rasakan perut mengempis.

   - *Manfaat*: Membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi stres.


### 2. *Pernapasan Dalam (Deep Breathing)*

   - *Cara Melakukan*:

     - Duduk dengan tegak atau berbaring dengan nyaman.

     - Tarik napas dalam-dalam melalui hidung, penuh hingga ke bagian bawah paru-paru.

     - Hembuskan napas perlahan melalui mulut dengan mengeluarkan udara sepenuhnya.

   - *Manfaat*: Mengisi paru-paru sepenuhnya dan meningkatkan kapasitas pernapasan.


### 3. *Pernapasan 4-7-8*

   - *Cara Melakukan*:

     - Tarik napas melalui hidung selama 4 hitungan.

     - Tahan napas selama 7 hitungan.

     - Hembuskan napas melalui mulut selama 8 hitungan.

   - *Manfaat*: Membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan relaksasi.


### 4. *Pernapasan Terarah (Guided Breathing)*

   - *Cara Melakukan*:

     - Duduk atau berbaring dengan nyaman.

     - Fokuskan perhatian pada pernapasan dengan membayangkan udara mengalir melalui hidung, turun ke paru-paru, dan mengisi perut.

     - Hembuskan napas dengan kesadaran penuh, membayangkan semua ketegangan keluar dari tubuh.

   - *Manfaat*: Meningkatkan kesadaran tubuh dan pernapasan.


### Teknik Pernapasan dalam Alur Yoga:


1. *Posisi Duduk (Sukhasana)*

   - *Pernapasan*: Lakukan pernapasan perut, tarik napas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan untuk menenangkan pikiran dan tubuh.


2. *Cat-Cow Stretch (Marjaryasana-Bitilasana)*

   - *Pernapasan*: Tarik napas saat memasuki posisi Cow (punggung melengkung ke bawah) dan hembuskan napas saat memasuki posisi Cat (punggung melengkung ke atas).


3. *Posisi Anak (Balasana)*

   - *Pernapasan*: Bernafaslah dengan lembut dan dalam, rasakan pernapasan membantu tubuh rileks dan membuka.


4. *Pose Kaki di Dinding (Viparita Karani)*

   - *Pernapasan*: Fokuskan pada pernapasan dalam-dalam, rasakan ketenangan saat bernafas, dan biarkan tubuh beristirahat sepenuhnya.


5. *Pose Berbaring (Savasana)*

   - *Pernapasan*: Tarik napas dalam-dalam dan hembuskan dengan lembut, fokus pada pernapasan untuk membantu tubuh dan pikiran sepenuhnya rileks.


Dengan menerapkan teknik pernapasan ini dalam rutinitas yoga, orang tua dapat lebih menikmati manfaat dari latihan, termasuk peningkatan relaksasi, pengurangan stres, dan kesejahteraan secara keseluruhan.


Disclaimer:

Untuk menjaga keamanan, lakukan latihan di bawah bimbingan instruktur yang berpengalaman

Yoga Flow untuk Orang Tua


Untuk orang tua, penting untuk memiliki rutinitas yoga yang lembut dan aman, fokus pada fleksibilitas, keseimbangan, dan kekuatan inti. Berikut adalah contoh alur yoga (flow) yang dirancang khusus untuk orang tua. Pastikan untuk melakukan setiap gerakan dengan perlahan dan penuh perhatian, dan sesuaikan sesuai dengan kemampuan dan kenyamanan masing-masing. Jika ada kondisi medis tertentu, konsultasikan dengan dokter sebelum memulai rutinitas yoga baru.


Posisi Duduk (Sukhasana)

Duduklah dengan nyaman di lantai atau di atas bantal. Silangkan kaki di depan dan letakkan tangan di atas lutut. Duduk tegak dengan punggung lurus, dan tutup mata.

Lakukan pernapasan dalam: tarik napas melalui hidung, tahan sebentar, lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Ulangi selama 1-2 menit.


Cat-Cow Stretch (Marjaryasana-Bitilasana)

Mulai dari posisi merangkak dengan tangan dan lutut di lantai. Letakkan tangan di bawah bahu dan lutut di bawah pinggul.

Tarik napas sambil melengkungkan punggung ke bawah (Cow Pose) dan angkat kepala dan ekor tulang belakang. Hembuskan napas sambil membulatkan punggung ke atas (Cat Pose) dan menurunkan dagu ke dada. Lakukan selama 1-2 menit.


Posisi Anak (Balasana)

Dari posisi merangkak, duduklah dengan lembut di atas tumit, dan rentangkan tangan ke depan di lantai. Kepala bisa diletakkan di lantai atau di atas bantal.

Bernafaslah dalam-dalam dan rileks selama 1-2 menit.


Kucing dan Sapi (Marjaryasana-Bitilasana)

Lakukan seperti langkah 2, tetapi fokus pada gerakan lembut dan perlahan tanpa tekanan. Ini membantu menghangatkan punggung dan memperbaiki fleksibilitas.


Pose Anak Bungsu (Setu Bandhasana)

Berbaring telentang dengan lutut ditekuk dan kaki menempel di lantai, selebar pinggul. Letakkan tangan di samping tubuh.

Angkat pinggul ke atas perlahan, menekan kaki ke lantai. Tahan selama beberapa detik lalu turunkan perlahan. Lakukan 5-7 kali.


Pose Kaki di Dinding (Viparita Karani)

Berbaring telentang dengan kaki diletakkan tegak di dinding dan punggung di lantai. Letakkan tangan di samping tubuh dengan telapak tangan menghadap ke atas.

Biarkan kaki dan tubuh beristirahat dalam posisi ini selama 5-10 menit.


Pose Berbaring (Savasana)

Berbaring telentang dengan kaki sedikit terpisah dan tangan di samping tubuh, telapak tangan menghadap ke atas.

Tutup mata dan fokus pada pernapasan, rilekskan tubuh sepenuhnya. Berbaring dalam posisi ini selama 5-10 menit.

Tips Tambahan:

Gunakan Props: Bantal, selimut, atau blok yoga bisa membantu membuat posisi lebih nyaman dan mendukung.

Perhatikan Pernapasan: Fokus pada pernapasan dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh.

Jangan Terburu-buru: Ambil waktu untuk setiap pose dan gerakan, serta jangan ragu untuk berhenti dan beristirahat jika diperlukan.

Dengan rutin melakukan alur yoga ini, orang tua dapat meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Selalu ingat untuk mendengarkan tubuh dan membuat penyesuaian yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan.


Disclaimer: 

Untuk menjaga keamanan, lakukan latihan di bawah bimbingan instruktur yang berpengalaman

Menghadapi pasangan yang sering mengeluh atau berbicara dengan nada yang dianggap "bawel"


Menghadapi pasangan yang sering mengeluh atau berbicara dengan nada yang dianggap "bawel" bisa menjadi tantangan dalam sebuah hubungan. Namun, penting untuk mendekati situasi ini dengan penuh empati dan komunikasi yang baik. Berikut adalah beberapa cara untuk menangani dan menyikapi situasi tersebut:


### 1. *Dengarkan dengan Empati*

   - *Pahami Perspektifnya*: Cobalah untuk memahami alasan di balik keluhan atau kekhawatiran istri Anda. Kadang-kadang, keluhan bisa jadi merupakan cara untuk mengekspresikan kebutuhan atau kekhawatiran yang lebih dalam.

   - *Berikan Perhatian Penuh*: Saat istri Anda berbicara, berikan perhatian penuh dan tunjukkan bahwa Anda mendengarkan dengan serius. Ini bisa membantu mengurangi ketegangan dan membuat dia merasa dihargai.


### 2. *Komunikasikan Perasaan Anda*

   - *Sampaikan dengan Tenang*: Jika Anda merasa overwhelmed atau frustrasi, sampaikan perasaan Anda dengan cara yang tenang dan tidak menuduh. Misalnya, “Saya merasa sedikit tertekan ketika sering mendengar keluhan, bisa kita bicarakan cara yang lebih konstruktif?”

   - *Fokus pada Masalah, Bukan Pribadi*: Diskusikan masalah secara objektif dan hindari menyerang karakter atau pribadi istri Anda.


### 3. *Cari Solusi Bersama*

   - *Tawarkan Solusi*: Jika keluhan berkisar pada masalah tertentu, cobalah untuk mencari solusi bersama. Diskusikan langkah-langkah konkret yang bisa diambil untuk memperbaiki situasi.

   - *Buat Rencana Aksi*: Ciptakan rencana aksi yang mencakup peran dan tanggung jawab masing-masing untuk menyelesaikan masalah yang ada.


### 4. *Waktu untuk Diri Sendiri*

   - *Jaga Keseimbangan*: Pastikan Anda juga menjaga keseimbangan dan merawat diri sendiri. Kadang-kadang, waktu sendiri dapat membantu Anda untuk lebih tenang dan lebih siap menghadapi situasi.


### 5. *Pertimbangkan Konseling*

   - *Cari Bantuan Profesional*: Jika masalah komunikasi atau keluhan terus berlanjut dan sulit diatasi sendiri, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari seorang konselor atau terapis pernikahan. Mereka dapat memberikan panduan dan teknik untuk meningkatkan komunikasi dan menyelesaikan konflik.


### 6. *Berikan Apresiasi dan Penghargaan*

   - *Hargai Upayanya*: Kadang-kadang, memberikan apresiasi atas hal-hal yang dilakukan dengan baik dapat membantu memperbaiki dinamika dalam hubungan. Ini bisa membantu mengalihkan fokus dari masalah dan lebih kepada hal-hal positif.


### 7. *Ciptakan Kesempatan untuk Bersama*

   - *Luangkan Waktu Berkualitas*: Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan bersama, ini bisa memperkuat hubungan dan mengurangi ketegangan.


### Contoh Penerapan


Jika istri Anda sering mengeluh tentang hal-hal tertentu seperti pekerjaan rumah tangga, Anda bisa mengatakan:


“Sayang, aku mendengar bahwa kamu merasa terbebani dengan pekerjaan rumah. Bagaimana jika kita duduk dan membuat rencana pembagian tugas yang lebih adil? Aku ingin memastikan kamu merasa didukung dan kita bisa menangani ini bersama.”


Pendekatan ini membantu menunjukkan bahwa Anda peduli dengan perasaan dan kebutuhan istri Anda, sekaligus mencari solusi yang memuaskan kedua belah pihak.

Selasa, 15 Januari 2013

Merawat Anis Merah Trotolan

Bagaimanakah Perawatan AM Trotol yang benar?
Pada garis besarnya ada 2 cara perawatan (EF) ;

  1. EF minimalisPrinsipnya AM dirawat dengan minimal EF layaknya merawat AM dewasa pada umumnya. Kurang lebih contohnya ; Jangkrik maksimal 2 ekor, sesekali cacing/kroto, buah.Umumnya dengan pola rawat spt ini AM biasanya akan lebih telat bunyi dan teler tapi birahinya lebih gampang mapan jika sudah teller.Di camp Pandawa dominan menggunakan rawatan spt ini.
  2. EF maksimalPrinsipnya AM di gelontor berbagai EF.Misal jangkrik 10/10, cacing 3/3, kroto seminggu 2x, buah.Umumnya dengan pola rawat seperti ini AM akan lebih cepat bunyi, dan jika sudah bunyi sebaiknya mulai step down ke minimalis bertahap agar lebih memudahkan menyetting kemudian. Resikonya pada beberapa kasus AM birahinya jadi labil.

Apakah AM Trotol Perlu dimandikan, dan bagaimana caranya?
Jika kita memang sempat untuk memandikan sebaiknya AM Trotol sudah mulai diajarkan utk mandi di keramba. Tentu awal mula akan kesulitan memandikan di keramba karena mereka belum pernah mengenal keramba. Jadi step by step, dari masuk kerambanya di tangkap dulu beberapa kali sampai dia senang mandi di keramba, setelah terbiasa mandi dengan enak di keramba biasanya AM akan dengan senang hati pindah sendiri ke keramba.

Apakah AM Trotol Perlu di jemur?
Walau dengan durasi singkat 10-15 menit, AM Trotol sebaiknya dibiasakan di jemur agar kondisi lebih sehat.

Buah apa saja yang perlu diajarkan kepada AM Trotol?
Prinsipnya semua buah (yang pantas) boleh diberikan, yang paling utama ajarkan makan buah apel dan pepaya.

Perlukah AM Trotol “ditemani” oleh AM Trotol lain?
Kalau ditanya jujur, sangat perlu. Terutama bagi yang belum memiliki AM satupun di rumah. Agar AM-AM tersebut bisa saling menjaga birahinya dengan saling “bernyanyi”. Tapi jikalau dana terbatas, tidak masalah tanpa teman AM Trotol/AM lain, bisa menggunakan pancingan burung “bersiul” lainnya.

Burung apa saja yang baik buat “teman” AM Trotol?
Jika orientasinya agar memancing si AM Trotol ngeplong sebaiknya gunakan burung-burung yang mengeluarkan bunyi siulan, misal : Kacer, Decu, Pleci, dll.
Jika orientasinya buat master (yang nantinya dipakai buat lapangan) cari materi isian kasar dan rapat. Contoh isian kasar : Cucak Jenggot, Jalak Suren, Jangkrik, Belalang, dll. Sedangkan contoh isian rapat : Branjangan, Pleci, Blackthroat, dll.

Pada umur berapa AM Trotol bunyi ngeplong dan teler?
Sangat beragam dan tergantung AM dan perawatannya. Saya pernah mendapati AM Trotol ngeplong di usia 1 bulan dan teler sekitar 3 bulan. Tapi pernah juga mengalami AM baru mau ngeplong umur 1 tahun lebih. Jadi umur bukanlah jadi patokan, yang terpenting kita berupaya maksimal utk merawat dengan baik.

Sumber: Om Arda (Pakar AM)

Sabtu, 29 Desember 2012

Ucapan Selamat Natal dan Syubhat Akidah




SELAMA ini, posisi dan sikap para sahabat Nabi dan ulama terhadap hal-hal yang berkaitan dengan masalah akidah adalah jelas dan tegas, begitu pun kaitannya terhadap perayaan hari-hari besar agama lain, termasuk Natal.

Mengenai hal ini, ada dua pendapat; ada ulama yang memperbolehkan umat Islam utk mengucapkan "Selamat Natal", dan ada sebagian ulama yang melarangnya. Setiap pendapat berlandaskan dalil-dalil yg kuat, baik itu al-Quran maupun Sunah.

Secara umum, perbedaan pendapat para ulama ini mengerucut kepada satu hal saja; apakah ucapan selamat bagi kaum kristiani yg merayakan Natal ini masuk ke dalam kategori akidah ataukah masih dalam koridor muamalah?

Pendapat yang melarang

Sebagian ulama, klasik maupun kontemporer, melarang umat Islam untuk 'ikut campur' dengan perayaan agama lain, tak terkecuali Kristen, seperti Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim, Syeikh al-Utsaimin, dan lainnya, dengan dalil-dalil sebagai berikut:

Pertama, mau tidak mau permasalahan ini akan masuk ke dalam ranah akidah, karena perayaan natal bukanlah hal yg sembarangan dalam keyakinan kaum kristen. 25 Desember dalam keyakinan nasrani adalah hari 'lahirnya tuhan' atau 'lahirnya anak tuhan'. Maka tidak ada toleransi dalam akidah, bahkan Allah Subhanahu wata'ala. sudah secara jelas dan tegas meluruskan klaim ini (lihat surat al-Ikhlas: 3 atau al-Maidah: 72 & 116, dll).

Ibnu Taimiyah dalam kitab “Iqtidhâ' Shirâti'l Mustaqîm, Mukhâlafatu Ashâbi'l Jahîm,” (Dar el-Manar, Kairo, cet I, 2003, hal 200) juga melarang untuk ber-tasyabbuh dengan hari besar kaum kafir, karena hal itu akan memberikan efek 'lega', bahwa umat Islam 'membenarkan' kesesatan yang mereka lakukan.

Beda lagi dengan hari-hari kenegaraan, atau hari ibu dan sebagainya, tidak ada unsur akidah di dalamnya, maka dari itu masih dapat ditolerir.

Kedua, Qiyas awla dari firman Allah; "إلا من أكره و قلبه مطمئن بالإيمان" "kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman" (al-Nahl: 106). Apakah jika kita tidak mengucapkan selamat, kita akan dibunuh?.

Ketiga, toleransi antar umat beragama tidak harus dengan mengucapkan "Merry Christmas", dengan berakhlakul karimah dan memperhatikan hak mereka sebagai manusia, tetangga, masyarakat, dan lainnya sudah cukup mewakili itikad baik kita untuk hidup damai, bersama mereka.

Apalagi dalam Islam, masih banyak momentum yg lebih 'bersahabat' untuk mengungkapkan pengakuan kita terhadap keberagaman ini. Sebut saja hadits Nabi yang menganjurkan kita agar melebihkan 'kuah sayuran' untuk diberikan kepada tetangga, atau hadits lainnya yang menunjukkan amarah Nabi kepada seseorang yang mendapati tetangganya kelaparan, tapi tidak mengulurkan bantuan. Kebetulan hadits-hadits tersebut tidak mengkhususkan bagi sesama Muslim saja, tapi umum bagi sesama manusia, baik Muslim maupun non Muslim. Bagi yang tidak punya tetangga Nasrani, saya kira dengan menghormati hari raya mereka, tanpa mengganggu apalagi merusak, adalah lebih dari cukup. Cukup dengan kata 'silahkan', bukan dengan kata 'selamat'.

Keempat, Saddu al-Dzarî'ah, mencegah diri agar tidak terjerumus kepada hal yang dilarang.

Pendapat yang membolehkan

Beberapa ulama kontemporer seperti Dr Yusuf Qaradhawi dan Musthafa Zarqa membolehkan hal ini dengan beberapa pertimbangan;

1) Firman Allah Swt.:

"لا ينهاكم الله عن الذين لم يقاتلوكم فى الدين و لم يخرجوكم من دياركم أن تبروهم و تقسطوا إليهم إن الله يحب المقسطين"

"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (al-Mumtahanah: 8).

2) Sikap Islam terhadap Ahlul Kitab lebih lunak daripada kepada kaum musyrikin; para penyembah berhala. Bahkan al-Quran menghalalkan makanan serta perempuan (untuk dinikahi) dari Ahli Kitab (al-Maidah: 5). Dan salah satu konsekuensi pernikahan adalah menjaga perasaan pasangan, berikut keluarganya. (Dr. Yusuf Qardhawi, Fiqh Aqalliyyât al-Muslimah, Dar el-Syuruq, cet II, 2005, hal 147-148). Apalagi hanya dengan bertukar ucapan “Selamat”.

3) Firman Allah Subhanahu Wata'ala:

"و إذا حييتم بتحية فحيوا بأحسن منها أو ردوها"

"Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)." (al-Nisa: 86).

4) Pada satu riwayat, seorang Majusi mengucapkan salam kepada Ibnu Abbas "assalamualaikum", maka Ibnu Abbas menjawab "waalaikumussalam wa rahmatullah". Kemudian sebagian sahabatnya bertanya "dan rahmat Allah?", beliau menjawab: Apakah dengan mereka hidup bukan bukti rahmat Allah.[ Dr. Yusuf Qardhawi, Fiqh Aqalliyyât al-Muslimah, Dar el-Syuruq, cet II, 2005, hal 147-148]

5) Pada masa kini, perayaan natal tak ubahnya adat-istiadat, perayaan masyarakat atau kenegaraan.[ Dr. Yusuf Qardhawi, Fiqh Aqalliyyât al-Muslimah, Dar el-Syuruq, cet II, 2005, hal 147-148]

6) Hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah Sallallahu alaihi wassallam pernah berdiri menghormati jenazah Yahudi. Penghormatan dengan berdiri ini tidak ada kaitannya dengan pengakuan atas kebenaran agama yang dianut jenazah tersebut.

Pendapat Pertengahan

Dr. Abdussattar Fathullah Said adalah profesor bidang Tafsir dan Ulumul Quran di Universitas Al-Azhar, Mesir. Dalam masalah tahniah (ucapan selamat) ini beliau agak berhati-hati dan memilahnya menjadi dua. Ada tahniah (ucapan selamat) yang halal dan ada yang haram:

Tahniah (ucapan selamat) yang halal adalah tahniah (ucapan selamat) kepada orang kafir tanpa kandungan hal-hal yang bertentangan dengan syariah. Hukumnya halal menurut beliau. Bahkan termasuk ke dalam bab husnul akhlaq yang diperintahkan kepada umat Islam.

Sedangkan tahniah (ucapan selamat) yang haram adalah tahni'ah kepada orang kafir yang mengandung unsur bertentangan dengan masalah diniyah, hukumnya haram. Misalnya ucapan tahniah (ucapan selamat) itu berbunyi, "Semoga Tuhan memberkati diri anda sekeluarga." Sedangkan ucapan yang halal seperti, "Semoga tuhan memberi petunjuk dan hidayah-Nya kepada Anda."

Bahkan beliau membolehkan memberi hadiah kepada non Muslim, asalkan hadiah yang halal, bukan khamar (minuman keras), gambar maksiat atau apapun yang diharamkan Allah.

Yang menjadi pertanyaan adalah; bukankah ucapan tahniah (ucapan selamat) yg berbunyi, "Semoga Tuhan memberkati diri anda sekeluarga" lebih bersifat sindiran daripada ucapan selamat?. Menurut penulis, Prof Dr Abdussatar, secara tidak langsung telah melarang kita untuk mengucapkan 'Selamat Natal', karena ada konsekuensi akidah dibelakangnya.

Sikap Umat Islam

Hal ini pernah dipermasalahkan, saat beberapa kelompok menggaungkan PNB (Perayaan Natal Bersama) sebagai wujud toleransi antar umat beragama, seakan-akan seperti ingin menunjukkan bahwa umat Islam yang tidak merayakan natal bersama berarti tidak tolerir, tidak menghormati umat Nasrani.

Dalam masalah ini, semua ulama sepakat bahwa menghadiri perayaan hari besar agama lain adalah HARAM hukumnya. Kemudian bagaimana seharusnya sikap kita kepada presiden Indonesia ke-4 dan ke-6 yang menghadiri perayaan Natal, bahkan kyai presiden kita yang sempat 'didoakan' oleh umat Nasrani?.

Muhammadiyah selaku salah satu ormas di Indonesia juga telah membahas masalah ini; dalam buku "Tanya Jawab Agama Jilid II", oleh Tim PP Muhammadiyah Majlis Tarjih, yang diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah (1991), hal. 238-240, sudah diterangkan, bahwa hukum menghadiri PNB adalah Haram.

Untuk saat ini, penulis lebih condong pada pendapat pertama. Yakni pelarangan. Bukan berarti sikap ini dianggap tidak menghargai umat Nasrani, apalagi ingin merusak suasana gembira, karena penulis meyakini kata “silahkan” sudah dapat mewakili kata “selamat”.

Apalagi melihat kondisi tauhid umat yang sedang goyah saat ini, oleh arus pluralisme maupun liberalisme. Maka sudah selayaknya kita membentengi dulu akidah umat, dengan menjauhi hal-hal yang syubhat. Hal ini juga dipegang oleh Majlis Tarjih Muhammadiyah, bahwa ”Mengucapkan Selamat Hari Natal” dapat digolongkan sebagai perbuatan yang syubhat dan bisa terjerumus kepada haram, sehingga Muhammadiyah menganjurkan agar perbuatan ini tidak dilakukan.

Selain itu, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang diketuai K.H.M. Syukri Ghozali dan Sekretarisnya Drs. H. Masudi pada 1 Jumadil Awal 1401 H./ 7 Maret 1981 telah menyatakan; perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa As, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari aqidah.

Selain itu, MUI juga menfatwakan, mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram. MUI juga mengatakan, agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah subhanahu wata’ala dan tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal.Wallahu a'lam bi al-Shawab.*

Sumber: Muhammad Rifqi Arriza
Hidayatullah.com

Mengucapkan Selamat Natal Hukumnya Haram





Pernyataan yang membolehkan kaum Muslim mengucapkan selamat natal  mendapat kritik pedas Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat. Menurut Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI H. Aminuddin Ya`qub, Pernyataan seperti itu, dianggap basi karena MUI sudah mengatakan larangannya telah lama.
“Hal seperti itu bukan hal baru. Sudah lama,” kata  H. Aminuddin Ya`qub kepada hidayatullah.com, Selasa (21/12).

Sebagaimana diketahui, belum lama ini, pengurus ICMI Eropa, Prof. Dr. Sofjan Siregar, MA di sebuah media massa mengatakan bolehnya memberikan ucapan selamat natal bagi kaum Muslim.

MUI sendiri, lanjut Aminuddin, sejak masa Buya Hamka telah mengeluarkan fatwa haram bagi umat Islam memberi ucapan selamat natal. “Fatwa haram itu masih berlaku. MUI hingga kini belum merubahnya,” tegasnya.

Aminuddin menjelaskan, ucapan selamat natal (tahniah) adalah berkenaan dengan akidah (kenyakinan). Memberi ucapan selamat berarti setidaknya menyakini kebenaran agama tersebut. Padahal, ujar Aminuddin, baik dalam al-Qur’an maupun sunnah hal itu bisa menodai akidah seseorang.

Secara redaksional kata Aminuddin, tidak ada dalil yang mengharamkan hal itu. Tapi, tegasnya, dalam memahami dalil tidak hanya secara teks, lafahz ataupun zhohirnya saja, melainkan juga harus berdasarkan maqasid as-syari’ah. “Jika berkenaan masalah akidah, dalam al-Qur’an maupun hadist sangat banyak mengenai hal itu,” tegasnya.

Karena itu, jika dipahami berdasarkan maqasi as-syari’ah, jelas fatwa haram itu sebagai upaya untuk menjaga agama atau hifzuddin. Dan, lanjut Aminuddin, tujuan maqasi as-syari’ah yaitu untuk menjaga lima hal, yaitu agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Tapi, dari ke lima hal tersebut, agama harus lebih didahulukan.

Aminuddin mencontohkan. Nyawa adalah termasuk hal yang dilindungi. Tapi, jika harus berjihad (perang) karena untuk membela agama, maka agama harus didahulukan ketimbang nyawa.

Ucapan selamat natal adalah hubungan sesama manusia. Tapi, efek dari itu adalah merusak akidah. Karena itu, tegas Aminuddin, agama harus didahulukan dari pada urusan manusia. Dalam masalah akidah kita harus tegas. “Lakum dinukum waliyadin”, tegasnya.

Jangan kaitkan dengan toleransi

Fatwa haram ucapan selamat yang dikeluarkan MUI itu tidap pernah sepi dari kritikan. Banyak media dan pihak yang mengaitkan fatwa itu sebagai perusak toleransi dan disharmoni antarumat beragama.

Karena itu, Aminuddin menghimbau agar berbagai pihak tidak melakukan hal itu. “Toleransi dengan beragama berbeda. Jadi, jangan kaitkan antara ucapan selamat dengan toleransi. Toleransi beragama itu, ya, hubungan muamalah bisa antar tetangga dan sebagainya” terangnya.

Sumber: [ans/hidayatullah.com]