Powered By Blogger

Jumat, 21 Februari 2025

Artikel Li Ka-shing


Tidak lama setelah beberapa properti mewah di Hong Kong terjual dengan diskon 70%, kabar mengenai pemilik terkaya Hong Kong, Li Ka-shing, yang sedang sakit parah, beredar. 

Waktu yang tersisa tidak banyak baginya, dia menulis "Lagu Rakyat Senja" di tempat tidurnya, merasa menyesal atas banyak hal yang sudah terlambat untuk dilakukan.

Sepertinya kesetaraan sejati di dunia ini adalah kematian, baik itu bagi orang terkaya maupun orang miskin.

Sebelumnya, Li Ka-shing percaya pada obat panjang umur, dengan menyuntikkan biaya jutaan untuk setiap suntikan, namun itu tidak bisa memperpanjang hidupnya.

Dia berusia 92 tahun, selama bertahun-tahun menjadi orang terkaya, dia adalah seorang pekerja keras, pengusaha terkenal, baru pada tahun 2018 dia mengumumkan pensiun, setelah pensiun, dia mulai menikmati hidup!

Sekarang, dia memiliki waktu luang, dia menulis "Senja Ballad" ini, untuk dibagikan kepada semua orang:

Takdir kehidupan adalah nol, tidak peduli apa yang Anda lakukan.  
Mulai dari nol, hasilnya cuman nol. 

Jalani hidup dengan sikap yang alami saja.
Jangan berpikir untuk menjadi kaya di akhir hayat, apa yang datang tidak jelas, apa yang pergi membuat bingung. 

Apakah itu milikmu sebelum hidup atau setelah mati? 
Harusnya kamu sadar, jangan tertipu.

Jika kamu puas, kamu akan bahagia, dan hidup tua akan menyenangkan. 
Jangan terlalu senang dengan kekayaan, jangan terlalu sedih dengan kemiskinan, jalani hidup dengan alami dan bebas.

Jangan pernah memaksa, jangan pernah bertengkar, kehidupan adalah seperti mimpi dan kabut. 

Langit kosong, bumi kosong, kehidupan manusia hanyalah bayangan.

Matahari kosong, bulan kosong, air sungai selalu mengalir ke timur. 

Ladang kosong, rumah kosong, pemiliknya terus berganti.

Cinta kosong, rasa kosong, akhirnya semuanya akan pergi ke cerobong asap tinggi. 

Emas kosong, perak kosong, apa yang akan kamu pegang setelah kematian?

Nama kosong, keuntungan kosong, ketika mata tertutup, mimpi indah berakhir. 

Kemenangan kosong, kekalahan kosong, kehidupan adalah seperti mimpi yang berakhir.

Jabatan kosong, kekuasaan kosong, tidak ada yang duduk di istana sepanjang hidup. 

Kekayaan kosong, kemiskinan kosong, hidup ini harus kamu terima dengan baik.

Musim semi pergi, musim panas datang, musim gugur dan musim dingin berganti, pasang surut laut tidak pernah berakhir, melihat dunia dengan pikiran yang jernih. 

Setiap keluarga memiliki kesusahan yang sulit diucapkan, jangan biarkan kekhawatiran menghantui pikiran.

Membesarkan anak adalah kewajiban, membantu mereka adalah kebahagiaan. 
Anak cucu akan memiliki nasib mereka sendiri, jangan biarkan mereka terperangkap. 

Selama tua kamu harus sehat, hidup dalam kebahagiaan.

Pagi pergi ke barat, malam pergi ke timur, manusia seperti lebah mengumpulkan madu. 
Untuk siapa madu itu? 

Manis, hidup penuh dengan kesulitan yang sia-sia. 

Lihatlah dengan luas, berpikirlah dengan jernih, jadilah tua yang damai dengan dunia.

Dari jauh, rumah sakit seperti surga, menyelamatkan banyak orang. 

Dari dekat, rumah sakit seperti bank, mengumpulkan banyak uang.

Masuk ke rumah sakit adalah seperti penjara, lebih baik mencegah sejak dini!

Kesehatan adalah aset tak terlihat, menjaga kesehatan seperti menabung di bank. 

Penyakit seperti membayar utang, penyakit serius dapat menguras semua kekayaan. 
Jangan menganggap enteng, pada saat menyesal sudah terlambat!

Lebih baik berdiri dan menjaga kesehatan sendiri, jangan terbaring dan ditipu orang lain! 

Jika tidak menjaga kesehatan, akan menjadi biaya besar.  

Cintailah keluarga Anda dengan mencintai diri sendiri.  

Mencintai diri sendiri adalah tindakan bijak!

Hidup terlalu singkat, jangan terlalu khawatir tentang uang!

Kekayaan tak berujung, tidak akan membawa matahari terbenam.

Emas seberat seribu koin, tidak akan membawa kesehatan tubuh. 

Hidup dan mati ditentukan oleh takdir, kemakmuran ada di tangan Tuhan!

Ada waktunya untuk segalanya, jangan memaksakan saat yang tidak tepat! 
Anak cucu akan memiliki nasib mereka sendiri, jangan biarkan mereka menjalani hidup yang sulit!

Hidup terlalu singkat, jangan terlalu serius! 

Prestasi dan keuntungan hanyalah awan yang lewat; kemuliaan dan kekayaan hanyalah pesta sesaat.

Dalam sekejap, rambut hitam menjadi putih, segala hal menjadi asap, mengapa harus selalu dipikirkan, mengapa harus selalu mencari masalah!


Sepuluh resep kebahagiaan:

•Buka mata, 

•buka pikiran, 

•relakan, 

•lepaskan, 

•mengalah, 

•toleransi, 

•pengertian, 

•menyerah, 

•rela, 

•baik.


Artikel Li Ka-shing ini  sangat bagus, layak untuk dibaca, hal baik harus dibagikan. 

Semoga kita bisa melihat dengan jelas lebih awal 🤲🙏

Rabu, 12 Februari 2025

BALADA PRIA 75 TAHUN

 




BALADA PRIA 75 TAHUN

 oleh A. Slamet Raharjo

 

Rasanya belum lama, ternyata sudah 75  tahun umurnya.

 

Anak-anak yang dulu kecil, tak terasa besar dengan sendirinya, mereka sudah jadi sarjana dan kerja, sudah punya anak yg lucu lucu. Kita kita sudah punya cucu, kita sudah tidur dengan nenek², tapi ada teman2 kita yg anaknya belum kawin karena telat kawinnya.

 

Bahagianya dekat cucu, karena dulu dengan anak tak dekat, tak banyak waktu, saat itu sedang berat-beratnya bekerja, kurang waktu untuk mereka.

 

Rasanya belum lama, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Burung yg dulu perkasa, sekarang sudah kurang berdaya, kalaupun bisa: may be yes, may be no, malah ada yang sudah disfungsi.

 

Semakin tua, istri juga mulai malas melayani, kalau melayani setengah terpaksa, menopause bikin susah menikmatinya. Akibatnya kena prostat. Tapi kalau lihat barang bening, mata masih nakal, pikiran masih binal, tapi hanya sampai disitu. Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai.

 

Rasanya belum lama, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Sudah mengalami pahit manis getirnya dunia, asin hambar kecut gurihnya bumi. Dulu banyak yg orang tuanya melarat, moto orang tua dulu: banyak anak banyak rejeki. Ternyata tidak begitu, hidupnya jadi berat dan melarat. Bisa kuliah di Universitas, itu sebuah keberuntungan. Kebanyakan kuliah dengan biaya sendiri, sambil kuliah ngajar/ngasih les, sambil kuliah nyopir taksi, sambil kuliah bikin skripsi, sambil kuliah jual beli: jual celana beli nasi.

 

Bekerja keras, bertahan hidup, alhamdulilah lulus, lalu merangkak dari bawah, berjuang menjadi kepala kereta api, menggeret gerbong keluarga, membiayai saudara agar lulus sarjana, membiayai orang tua yg kehabisan dana. Tak mengeluh dan mengaduh, menjalaninya dengan ikhlas dan gembira.

 

Rasanya belum lama, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Momen paling bahagia adalah ketika diterima di Universitas, ketika lulus jadi sarjana: yang pinter jadi peneliti atau dosen, yang malas dan nyontekan malah jadi bos. Yg jadi wiraswasta, mentalnya harus jadi orang kaya, modalnya nyali dan doa, harus berani ngomong besar, harus kerja keras, tidak siang tidak malam, kerja, jatuh, bangun lagi, jatuh, bangkit lagi, hingga kurang waktu untuk anak2, kurang waktu untuk isteri.

 

Ada yg beruntung sukses, ada yg tidak beruntung nyungsep, rejeki tak bisa dikejar, kalau waktunya tiba, rejeki datang sendiri, tapi kalau tanpa usaha, mana mungkin rejeki menghampiri. Alhasil sejak umur empat puluhan, banyak yg sudah mulai terjaga: rumah mobil tanah sudah ada, piknik keluar negeri, makan mahal dan nginap di hotel berbintang, nonton musik dan nyawer.

 

Rasanya belum lama, ternjata sudah 75 tahun umurnya.

 

Waktu kerja dulu adalah waktunya mencari dan menyimpan, waktu sudah tua, waktunya pensiun berhenti kerja, waktunya menjaga harta dan melepas perlahan sesuai kebutuhan agar di masa tua aman, bisa mencukupi semua kebutuhan, syukur bisa memberi warisan, bisa mengurus kebutuhan sendiri tanpa mengganggu anak, karena anak kita punya kebutuhan sendiri.

 

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Sudah saatnya pikirkan masa depan bila diberi hidup 10 tahun lagi, berapa kebutuhan 10 tahun ke depan, berapa dana yang harus disimpan, taruh dana di deposito, pilih bank meyakinkan, walau kecil bunganya tapi aman. Dana cadangan tunai harus cukup, apalagi kalau tak ada asuransi, bila ada yang sakit dibutuhkan, bila ada kebutuhan mendadak, diperlukan.

 

Investasi di masa tua dihindari, salah salah habis merugi, salah salah mewariskan hutang. Siapkan dana tunai yang cukup, aset yg ada dijual, berlian, emas kalau perlu dijual, rumah yg besar dan luas, kalau terpaksa dijual juga lalu beli rumah yang dibutuhkan, bukan yang diimpikan, atau tinggal di apartemen, bahkan tinggal di panti jompo, toh kembali pokok, tinggal berdua, anak anak sudah meninggalkan rumah, sudah 4 L: lu lagi, lu lagi.

 

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Harus bersiap tinggal di panti jompo, tidak perlu gengsi, tidak perlu malu, jaman sudah berubah, tak perlu dengar gunjingan orang karena akan banyak panti jompo bagus, di situ ada banyak fasilitas lengkap: ada suster, dokter yg setiap saat bertugas, ada menu makanan sehat berkualitas, karena anak anak belum tentu punya waktu mengurus, seperti saat mengurus mereka.

 

Bukankah sekarang terasa rumah membebani, biaya listrik, air dan iuran sarana, besar. Ketika pembantu tak ada, sopir tak ada, baru terasa beratnya urusan rumah. Padahal capai sedikit badan sudah menjerit, malah malah bisa jatuh sakit. Biaya kesehatan makin besar, seperti memelihara mobil tua. Ternyata makin tua, makin kaya, makin kaya penyakit.

 

Kesehatan jadi urutan pertama, sehat ukurannya gampang, tidur nyenyak, makan enak, dan lancar berak.

 

Rasanya belum lama, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Saatnya jangan terlalu pelit untuk diri sendiri, sudah cukup cinta dan materi, kepada anak, isteri, orang tua dan saudara, kita beri. Saatnya memperhatikan diri. Siapkan duit untuk kebutuhan ini. Celakanya, saat muda mau makan enak duit tak ada, saat tua, duit ada, makan enak tak bisa. Itu namanya apes. Polisinya istri dan anak, mereka galak semua. Ini dilarang, itu dilarang, ketika lemes, pusing dan sakit2an, dibilang dokter kurang gizi. Alamak!

 

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Celaka, kita masih memikirkan masa depan anak kita, bahkan cucu kita. Ingin membantu keuangan mereka, merasa itu tanggung jawab kita. Kita jadi stres sendiri, kita bisa stroke malah bisa out. Bukankah anak anak punya rejeki masing masing? Kita tidak boleh terlalu protektif, bisa bisa mereka tidak mandiri. Tugas kita sebagai orang tua adalah mengenalkan anak ke Sang Pencipta, memberi panutan dan tuntunan, mengajarkan moral dan budi pekerti, membiayai anak jadi sarjana, bisa membiayai perkawinan mereka, bisa kasih uang muka rumah sederhana, yang terpenting memberi waktu, perhatian dan cinta.

 

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Anak anak keluar rumah, mereka sudah berkeluarga, di rumah tinggal berdua, rumah besar yg dimimpi, sudah ada dan nyata, tapi sunyi.

 

Di rumah ada isteri, teman bercanda, berbagi rasa, teman dalam untung dan malang, partner berbincang juga partner perang, bisa perang mulut atau perang bisu, kata orang, itu buahnya pernikahan. Semua itu tidak mengapa, itu biasa, selama menyempurnakan rumah tangga, asal menambah kemesraan dan cinta.

 

Isteri tambah tua, tambah pula bawelnya, tambah pula bobotnya, tambah banyak cemburunya. Itu dari sononya, terima saja. Kita juga begitu, gampang tersinggung, gampang marah, merasa mau menang, padahal kurang memberi uang, malah kadang ngutang.

 

Kita sekamar tapi nonton TV nya beda. Kita suka film action, dia suka drama Korea, manusia diciptakan berbeda, justru itulah keindahannya, seperti pelangi di cakrawala, indah karena kombinasi berbagai warna.

 

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Dulu waktu muda, semua sibuk, di luar sibuk kerja, ada isteri kerja, ada isteri jadi ibu rumah tangga, waktu berdua terbatas karenanya.

 

Saat tua ada baiknya, banyak waktu bersama, berjalan, bergandengan tangan, beribadah, ziarah dan piknik bersama, saling memberi saling melayani, saatnya menambal luka.

 

Saatnya mesra, saatnya berbagi suka, karena sejatinya, istri adalah garwo, sigaraning nyowo. Istri adalah pembawa rejeki kita.

 

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Ketika berhenti kerja, saatnya bisa mengisi hari hari, mencari passion kita.

 

Yg hobi menulis, menulislah, yg hobi melukis, melukislah, yg hobi membaca, membacalah, yg hobi tanaman, bertanamlah, yg hobi menyanyi, menyanyilah, yg hobi kerja, bekerjalah, boleh kerja tapi yang ringan saja. Raga harus aktif, pikiran harus dilatih stay happy,. Otak harus on, seperti naik sepeda, kalau berhenti, jatuh bangun lagi.

 

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Teman teman berguguran, kita antri menunggu panggilan, yang alim, dermawan dan baik, biasanya duluan.

 

Waktunya bertobat, belum terlambat, waktunya dengan Allah, kita dekat. Waktunya taat beribadah, waktunya banyak amal kita buat, waktunya kita membuat wasiat, membagi warisan untuk anak kita, supaya tidak menjadi bencana, bila terjadi sesuatu pada kita. Semua tahu semua terencana, karena warisan itu bermata dua: bisa jadi hadiah, bisa jadi musibah, setidaknya kita bisa mengantisipasi.

 

Rasanya baru kemarin, ternyata sudah 75 tahun umurnya.

 

Anak-anak sekarang bukan seperti kita dulu, nurut sama orang tua. Mereka kini punya pendapat sendiri, kadang kita tidak mengerti. Kita tidak bisa memaksa, hanya bisa mengarahkan dan memberikan nasehat bila didengar. Belum tentu anak kita mau melanjutkan usaha kita, yang nyata sudah terbukti hasilnya. B gakila anak lelaki kita kawin, kita harus siap kehilangan, bila anak perempuan kita kawin, mudah mudahan ia masih kita miliki, harta berharga kita hanyalah melihat anak.

 

Mereka bahagia, kita ikut bahagia, semua pencapaian kita, akan tidak berarti ketika anak kita gagal.

Rabu, 09 Oktober 2024

"He who wants to do good, knocks on the door. He who loves, finds the door open."

 



The quote by Tagore:

"He who wants to do good, knocks on the door. He who loves, finds the door open."

Clear Meaning:

This quote highlights the difference between doing good out of a sense of duty and acting out of love.

  • Doing good: When someone has the intention to do good, they approach situations carefully, like knocking on a door to seek permission or access. It suggests effort and formality.

  • Loving: When someone acts out of love, doors are already open. There’s no need to knock because love naturally removes barriers and creates effortless connection and acceptance.

In short, love leads to openness and ease, while simply intending to do good often requires more effort or permission.

Selasa, 03 September 2024

We Are Not Our Bodies


Kita bukan tubuh kita, wahai jiwa yang mengembara,
Bukan debu yang melekat, bukan luka yang merana.
Kita adalah hembusan angin yang tak terlihat,
Bisikan keabadian saat hidup ini dimulai dan berangkat.

Tubuh ini hanya jubah, dikenakan dan dilepas,
Ilusi yang singgah, di jalan ini kita bernafas.
Jangan tertipu dengan apa yang mata lihat,
Karena kau adalah samudra, bebas dan lepas.

Lihatlah di balik tatapan cermin yang hambar,
Ada cahaya dalam yang tak pernah pudar.
Kau bukanlah rasa sakit, bukan pula usia yang mengikat,
Tapi roh yang tak terikat waktu, lembut dan penuh rahmat.

Wahai pengembara, kau adalah cinta yang menggerakkan alam semesta,
Ketenteraman yang sunyi, meredakan segala rasa.
Bukan nyeri tubuh, bukan wujud yang fana,
Tapi langit tak berbatas, di mana jiwa bebas merana.

Kau adalah hati yang berdetak seirama dengan bintang,
Nyanyian alam semesta, tanpa batas, tanpa rintang.
Kau adalah rahasia yang dijaga alam raya,
Penyair terjaga saat dunia masih terlelap maya.

Jadi jangan ratapi garis-garis di wajahmu,
Mereka hanyalah peta dari pelukan jiwamu.
Lepaskan beban, cerita-cerita dari kulit yang menua,
Dan temukan kebenaran yang tersembunyi di dalam sana.

Sebab kau bukanlah bejana ini, rapuh dan kecil,
Tapi esensi cinta, segalanya dalam segalanya, tak pernah ingkar janji.
Kau adalah cahaya, bisikan, dan keluhan lembut,
Nafas suci yang tak akan pernah surut.

Rabu, 28 Agustus 2024

Cinta Abadi




Dalam ikatan cinta yang suci dan murni,
Kita merajut jalinan jiwa yang abadi.
Dalam pernikahan, kita bersumpah dengan hati,
Menjadi satu, tak terpisahkan oleh waktu dan ruang, abadi.

Ketika dua jiwa menyatu dalam satu napas,
Rasa cinta tumbuh, bagaikan bunga di kebun yang luas.
Seperti matahari dan bulan yang saling melengkapi,
Begitu pula kita, saling melengkapi dalam keabadian cinta yang sejati.

Di hadapan Tuhan, kita mengikat janji,
Dalam pelukan cinta, kita menemukan arti.
Dalam setiap sentuhan, dalam setiap tatapan,
Tersimpan kisah cinta yang tiada tara, tanpa batasan.


Mari kita menari dalam alunan cinta,
Menyanyikan lagu kebahagiaan yang abadi.
Dalam pernikahan ini, kita menemukan surga,
Cinta yang tulus dan suci, selamanya kita miliki.




Mengevaluasi kinerja keuangan RALS (Ramayana Lestari Tbk)


Untuk mengevaluasi kinerja keuangan RALS (Ramayana Lestari Tbk), Anda perlu memeriksa laporan keuangan terbaru dan indikator kinerja utama. Karena saya tidak memiliki data real-time, berikut adalah langkah-langkah utama yang harus Anda periksa untuk menilai kesehatan keuangan RALS:

1. Laporan Keuangan:

  • Laporan Laba Rugi: Periksa pendapatan, laba kotor, laba operasi, dan laba bersih. Ini akan memberi Anda gambaran tentang profitabilitas dan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan.
  • Neraca: Tinjau aset, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham untuk memahami stabilitas keuangan dan likuiditas perusahaan.
  • Laporan Arus Kas: Analisis arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan mengelola keuangannya.

2. Indikator Keuangan Utama:

  • Pertumbuhan Pendapatan: Periksa apakah RALS mengalami pertumbuhan pendapatan dalam beberapa kuartal atau tahun terakhir. Pertumbuhan yang konsisten adalah indikator positif.
  • Margin Profit: Evaluasi margin laba kotor, margin laba operasi, dan margin laba bersih untuk melihat seberapa efisien RALS beroperasi.
  • Earnings Per Share (EPS): Lihat EPS untuk memahami profitabilitas perusahaan per saham.
  • Rasio Harga terhadap Laba (P/E): Bandingkan rasio P/E RALS dengan pesaing industri untuk menentukan apakah saham tersebut dinilai terlalu tinggi atau terlalu rendah.

3. Kinerja Keuangan Terbaru:

  • Laporan Kuartalan: Tinjau laporan pendapatan kuartalan terbaru untuk wawasan mendetail tentang kinerja dan tren terkini.
  • Laporan Tahunan: Periksa laporan tahunan terbaru untuk gambaran menyeluruh tentang kesehatan keuangan RALS, arah strategis, dan posisi pasar.

4. Berita dan Pembaruan Terbaru:

  • Pengumuman Perusahaan: Cari pengumuman terbaru terkait kinerja keuangan, inisiatif baru, atau perubahan manajemen.
  • Analisis Pasar: Baca laporan analis atau tinjauan pasar terbaru untuk melihat bagaimana para ahli keuangan memandang kinerja dan prospek RALS.

5. Sumber Informasi Keuangan:

  • Situs Resmi Perusahaan: Sering kali memiliki bagian hubungan investor dengan laporan keuangan dan laporan terbaru.
  • Situs Berita Keuangan: Platform seperti Bloomberg, Reuters, dan Yahoo Finance menyediakan data keuangan dan analisis yang diperbarui.
  • Platform Pasar Saham: Platform pialang dan layanan keuangan sering menawarkan ringkasan keuangan dan analisis mendetail.

Jika Anda memiliki akses ke laporan keuangan terbaru RALS, Anda dapat meninjaunya untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kinerja keuangannya. Jika perlu, konsultasikan dengan penasihat keuangan untuk membantu menafsirkan data dan membuat keputusan yang tepat.


Disclaimer:

Sebagai bahan belajar saja, bukan perintah beli atau jual

Rabu, 14 Agustus 2024

Untuk menentukan apakah saham layak dibeli saat ini, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan


Untuk menentukan apakah saham  layak dibeli saat ini, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:

  1. Kinerja Keuangan: Tinjau laporan keuangan terbaru emiten, termasuk pendapatan, laba bersih, dan arus kas. Bandingkan dengan periode sebelumnya untuk melihat tren kinerja.

  2. Valuasi: Periksa rasio valuasi seperti Price-to-Earnings (P/E) Ratio, Price-to-Book (P/B) Ratio, dan Dividend Yield untuk menilai apakah saham tersebut dinilai wajar dibandingkan dengan perusahaan sejenis.

  3. Prospek Industri: Pertimbangkan kondisi industri otomotif dan sektor-sektor lain di mana emiten beroperasi. Pertumbuhan industri dan kondisi pasar dapat mempengaruhi kinerja saham.

  4. Berita dan Peristiwa Terkini: Cek berita terbaru tentang emiten, termasuk pengumuman strategi, peluncuran produk baru, atau perubahan dalam manajemen yang dapat mempengaruhi harga saham.

  5. Analisis Teknikal: Jika Anda menggunakan analisis teknikal, tinjau grafik harga saham, pola-pola yang ada, dan indikator teknikal untuk menentukan momentum dan potensi pergerakan harga.

  6. Kondisi Ekonomi: Pertimbangkan kondisi makroekonomi seperti suku bunga, inflasi, dan kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi pasar saham secara keseluruhan.

  7. Rencana Investasi: Pertimbangkan tujuan investasi Anda, toleransi risiko, dan jangka waktu investasi. Pastikan saham tersebut sesuai dengan profil risiko dan strategi investasi Anda.


Disclaimer:

Jika Anda merasa tidak yakin, mungkin bermanfaat untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan atau melakukan riset lebih mendalam sebelum membuat keputusan investasi.