Powered By Blogger

Selasa, 14 Februari 2012

Gempur Batu Ginjal





KOMPAS.com — Apa saja tanaman obat yang telah digunakan dan memiliki potensi untuk dijadikan pilihan alternatif ataupun pendamping pengobatan batu ginjal dan membantu meningkatkan kinerja ginjal?

Prof Dr Sumali Wiryowidagdo, Guru Besar Departemen Farmasi Fakultas MIPA UI, menyatakan bahwa beberapa tanaman obat sebenarnya layak disebut herba rasional karena telah dibuktikan selama bertahun-tahun meski secara empiris. Tanaman obat ini paling tidak telah teruji khasiat, efektivitas, dan keamanannya. Jenis-jenis herba yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan ginjal dan kandung kemih di antaranya:

KUMIS KUCING
Bersifat diuretik, bermanfaat untuk mengatasi infeksi kandung kemih, infeksi saluran kemih, kencing batu, batu kantung empedu, dan sebagai antipiretik.
Komponen berkhasiat: Eupatrin, sinensetin, 3-hidroksi-tetrametil flavon dan siphonol A-E.
Cara meramu: Kumis kucing dan meniran, masing-masing 30 gram, direbus. Setelah dingin airnya diminum.

LOBAK
Sebagai peluruh batu ginjal. Cara meramu: 200 gram lobak dibuat jus, lalu disaring dan diminum untuk satu hari.

TAPAK LIMAN
Seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan sebagai peluruh batu ginjal, untuk meningkatkan kinerja ginjal, antiseptik, antiradang, dan penurun panas.
Komponen berkhasiat deoxy, isodeoxyelephantopin, dan seskuiterpena.
Cara meramu: Rebus 1.530 gram tanaman yang telah dikeringkan, airnya diminum.

PEGAGAN
Bersifat antibakteri, menyembuhkan luka, antiradang, antioksidan, dan meningkatkan kinerja ginjal. Telah melalui beberapa uji praklinis untuk antibakteri, ginjal, dan antitumor. Digunakan sebagai obat untuk membantu penyembuhan luka dan radang pada saluran kemih.
Cara meramu: Daun segar sebanyak 50-80 gram direbus, airnya diminum.

DAUN SENDOK
Bermanfaat sebagai antiinflamasi, melarutkan batu ginjal, meningkatkan kerja ginjal, dan sebagai antibakteri.
Komponen kimia: Plantaginin, - homoplantaginin, katalpol.
Cara meramu: Rebus 15-30 gram daun dengan 2 gelas air sampai tinggal 1 gelas, lalu minum.

TEMPUYUNG
Sebagai peluruh kemih, melarutkan batu empedu, dan meningkatkan kinerja ginjal. Komponen kimia: Flavonoid dan aeskulin.
Cara meramu: 5 lembar daun tempuyung, 5 lembar daun alpukat, 5 lembar daun sawi tanah direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Minum setelah dingin.
Cara lain: 5 lembar daun tempuyung, 6 buah jagung muda, dan gula aren secukupnya direbus, airnya diminum.

CEPLUKAN
Sebagai peluruh batu dan meningkatkan kerja ginjal, bersifat analgesik, antitumor, dan antiseptik.
Komponen kimia: Fisalin B, D, F dan withangulatin A. Saat ini pengembangan penelitian diarahkan untuk membuktikan potensinya sebagai antikanker.
Cara meramu: Konsumsi langsung buahnya atau air rebusan daun secukupnya.

ALANG ALANG
Sebagai infus rimpang, sebagai peluruh batu dan meningkatkan kerja ginjal, menurunkan tekanan darah, sekaligus pereda panas dalam. Hasil penelitian membuktikan tanaman ini tidak beracun, dan praktis penggunaannya karena cukup direbus.
Kandungan kimia: Arundoin, fernenol, isoarborinol, silindrin, dan skopoletin.

DAUN ALPUKAT
Perasan daun alpukat berkhasiat sebagai peluruh batu ginjal dan meningkatkan kerja ginjal. Seduhan daun sebagai pelarut batu ginjal kalsium. Komponen kimia: Polifenol, flavonoid, alkolodi, dan saponin.

KEJI BELING
Daun berkhasiat sebagai peluruh dan pelarut batu ginjal dan batu kandung empedu.
Untuk batu kandung kemih: Rebus bersama tongkol jagung muda.
Untuk batu ginjal: Campur dengan daun menirandan daun ungu. Dapat juga dicampur dengan tempuyung dan tongkol jagung muda.

MENIRAN
Digunakan sebagai peluruh batu ginjal dan mengurangi infeksi sekaligus mempertahankan kinerja ginjal, meningkatkan daya tahan tubuh.
Untuk ramuan diuretik: 20 gram herba direbus selama 15 menit, lalu diminum.
Komponen kimia: Flavonoid kuersitrin, kuersitrin, isokuersitrin, filantin, dan nirantin.

DAUN SAMBILOTO
Digunakan bila terjadi komplikasi penghancuran batu ginjal, nanah dalam saluran kencing, dan atau darah dalam saluran kencing. Berfungsi sebagai diuretik dan peningkat daya tahan tubuh. Komponen kimia: Andirgafolida, neoandrografolida, homoandrografolida, andrografin.
Cara meramu: Rebus daun segar atau yang telah dikeringkan secukupnya. (GHS/ken)


Nah Kalau saya pake yang ini pak,


Nama latin: Borreria hispida Schum.
Nama daerah: Gempur watu; Kertas watu; Hancur batu; Bulu lutung; Remuk sela.
Deskripsi tanaman: Tumbuhan liar di hutan-hutan. Daun berbentuk tombak dan berakar, daun agak kasar. Bunga kecil-kecil warnanya putih.
Habitat: Tumbuh liar di hutan, di ladang pada tanah agak lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl.
Bagian tanaman yang digunakan: Seluruh bagian tumbuhan
Kandungan kimia: Zat kalium
Khasiat: Astringen
Nama simplesia: Borreriae hispidae Herba


gempur batu + kumis kucing / remujung... wes-wes batu 1cm keluar.. hehehe....

Salam Gopex

Selasa, 24 Januari 2012

Event Organizer

Bagi Anda yang senang berorganisasi dan berhubungan dengan banyak orang, bisa jadi kesenangan itu akan menjadi jalan untuk meraih pendapatan bisnis yang lumayan. Berbekal pengalaman berorganisasi, Anda bisa mulai merintis bisnis event organizer (EO) yang kini semakin banyak bermunculan. Peluang bisnis di bidang ini memang makin menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan jasa event organizer profesional.

Bisnis ini bisa kita mulai dengan menangani event yang skalanya kecil terlebih dahulu. Misalnya acara peringatan tujuh belasan di perumahan, peringatan hari besar nasional atau hari besar agama. Nah, kalau sudah terbiasa dengan pola kerja seorang EO, barulah bisa kita tingkatkan menjadi pengelola even yang lebih besar dan profesional seperti seminar, workshop, atau training.

Kebutuhan utama dari bisnis ini terletak pada ide dan ketrampilan eksekusi di lapangan. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mendesain sebuah acara agar sesuai dengan kebutuhan klien. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengamati dan melakukan implementasi secara detail pada saat even berlangsung.
Meski peluang masih sangat terbuka, agar jasa kita terus menerus dipakai oleh klien, ada beberapa hal yang perlu kita bangun. Hal utama yang harus terus kita asah adalah kreativitas, karena hal itulah yang menjadikan kita berbeda dengan jasa EO lainnya. Sebagai EO kita harus kreatif dalam mengemas sebuah konsep menjadi sebuah acara yang menarik sehingga tujuan yang diinginkan  oleh klien bisa tercapai. Untuk itu kita harus berani mengajukan ide yang kreatif dan berbeda. Jika ide tersebut bisa diterima oleh klien dan terbukti sukses, mereka akan puas dan bisa jadi akan terus memakai jasa kita untuk menangani even even selanjutnya.

Ketika bisnis sudah mulai berjalan, ada baiknya kita memiliki beberapa set property atau peralatan yang dibutuhkan untuk terselenggaranya sebuah event. Biayanya memang bisa jadi cukup mahal, tergantung spesifikasi yang dibutuhkan. Sebagai solusi, kita bisa mengajak EO lain untuk bekerja sama dalam penyediaan peralatan setiap kali ada order yang masuk.

Agar tampil lebih profesional, sebaiknya kita mempunyai sekretariat atau kantor yang kita pakai sebagai pusat aktivitas. Tempat ini bisa kita pakai buat meeting, presentasi atau tempat janji bertemu dengan para klien. Sekretariat tersebut perlu dilengkapi dengan seperangkat komputer yang terkoneksi dengan internet, telepon dan mesin faximile untuk kemudahan komunikasi.

Selain staf administrasi, kebutuhan karyawan biasanya adalah beberapa pekerja panggung/lapangan yang bisa dibayar per acara. Staf administrasi perlu dibekali dengan kemampuan untuk membuat surat dengan redaksional yang baik. Hal ini karena seorang EO pasti akan berhubungan dengan berbagai pihak, diantaranya adalah pihak media massa, baik cetak maupun elektronik. Selain staf administrasi, bisnis ini praktis tidak banyak memerlukan karyawan tetap. Semua tenaga kerja yang dibutuhkan pada saat event berlangsung bisa diperoleh dengan cara outsourcing.

Tantangan seorang EO diantaranya adalah bagaimana mampu merumuskan konsep acara dan membreak downnya kedalam kegiatan teknis yang sesuai untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh klien. Salah satu tahapan paling penting justru  ketika kita hendak menentukan tema besar yang akan diangkat untuk sebuah event. Tema besar itulah yang nantinya akan dipecah menjadi agenda-agenda kecil yang saling terkait dan mendukung. Apabila tema besar yang diangkat cukup menarik, hal ini akan menjadi magnet tersendiri dan besar kemungkinan akan memikat para sponsor untuk ikut berpartisipasi.

Makin sukses sebuah event yang kita buat, kita akan makin dipercaya oleh klien untuk menangani berbagai event lainnya. Jika sudah punya beberapa portofolio event, kita bisa ikut pitching untuk beberapa proyek yang biasanya diselenggarakan oleh lembaga pemerintah atau berbagai perusahaan swasta. Salah satu keuntungan bisnis ini adalah adanya pembayaran di muka. Biasanya klien akan memberikan down payment minimal sekian persen, tergantung dari kesepatakan yang kita buat. Besarnya nominal tentu saja tergantung dari proyek yang kita tangani. Bisa jadi hanya puluhan juta rupiah, tapi bisa juga sampai miliaran rupiah.

Perlu Punya Database
Dalam mengelola bisnis EO, database mempunyai peranan yang amat penting. Baik itu database sponsor, media, lembaga pemerintah, mitra strategis, dan database klien itu sendiri. Database ini akan sangat membantu terutama saat kita mendapatkan proyek yang harus disiapkan dalam hitungan hari. Hal ini bisa saja terjadi dalam dunia EO. Karena kesibukan klien, mereka sering kali memberikan order secara mendadak, dan mau tidak mau kita harus bisa memberikan jasa yang terbaik dalam tenggat waktu yang cukup ketat. Dalam praktiknya, bisnis ini memang membutuhkan kelincahan tingkat tinggi dan jaringan yang luas.
Ada baiknya kita juga mempunyai database gedung pertemuan atau hotel agar sewaktu waktu kita membutuhkan tempat, mereka bisa menyediakan segera setelah kita melakukan kontak. Menjalin hubungan baik dengan para pengelola gedung pertemuan atau hotel tersebut juga sangat penting untuk memudahkan bisnis EO kita . Biasanya kita juga akan mendapatkan diskon khusus jika melakukan booking sebuah ruangan di hotel untuk suatu periode tertentu.

Seorang EO juga perlu bekerja sama dengan para pihak yang menyewakan segala perlengkapan yang biasanya dibutuhkan dalam sebuah event seperti sound system, LCD proyektor dan sebagainya. Hubungan dengan perusahaan percetakan atau advertising juga harus dibangun untuk mendapatkan supply bahan promosi dengan harga yang bersaing. Sebaiknya kita tidak hanya mengandalkan dari satu buah percetakan saja. Akan lebih aman jika kita mempunyai beberapa supplier percetakan sehingga kita bisa membandingkan harga dan membagi order jika kita dikejar oleh tenggat waktu yang ketat.

Kemampuan Menjual
Kemampuan menjual sebuah acara juga penting bagi seorang EO. Disamping  untuk menggaet sponsor potensial, juga untuk bisa meraih target audience yang dibidik. Para calon sponsor potensial ini biasanya tidak akan ragu ragu untuk mendanai jika mereka melihat ada value lebih dari event yang kita selenggarakan. Bukan tidak mungkin, seorang sponsor akan membooking berbagai event yang akan kita selenggarakan sebagai wahana mereka berpromosi. Entah itu sebagai sponsor tetap atau bahkan menjadi sponsor tunggal dengan mendanai seluruh biaya event yang kita butuhkan. Sekali lagi, hal itu amat tergantung dari kemampuan kita menjual konsep dan meyakinkan mereka bahwa event yang kita selenggarakan sangat worth it bagi perusahaan mereka.
 
Berpikir Detail
Tantangan lain seorang EO adalah bagaimana mampu melihat hal hal yang sangat detil dalam sebuah acara. Mulai dari teknis acara sampai perlengkapan yang sering kali jenisnya macam-macam. Seorang EO perlu membuat run down acara yang berisi teknis acara dan semua hal yang diperlukan selama acara tersebut. Dalam run down tersebut, akan bisa diketahui skenario acara dari detik ke detik berikut segala perlengkapan yang dibutuhkan. Seorang EO perlu memastikan ketersediaan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan sebelum event dimulai. Tidak hanya itu saja, seluruh perlengkapan tersebut harus ditest terlebih dahulu sehingga bisa berfungsi secara optimal. 

Dalam hal tata letak panggung atau back drop, seorang EO perlu memperhatikan tinggi ruangan. Hal ini berkaitan dengan ukuran dan desain backdrop agar tampak lebih eye catching. Jika diperlukan, sebuah mini garden bisa dibuat, dan dipercantik dengan  teknologi variasi sinar lampu yang bisa memperindah penampilan panggung. Jika tidak ingin repot, sebetulnya semua jasa pembuatan panggung atau backdrop ini bisa di serahkan kepada pihak lain yang profesional, tentu saja dengan imbalan atau fee yang telah disepakati.
Pada saat hari H, sebagai EO kita juga harus memastikan juga bahwa arus lalu lintas berjalan normal. Jika ada kondisi khusus seperti program car free day untuk hari tertentu, kita harus mengantisipasinya sejak awal. Sebagai contoh, jika kita mengadakan acara pada hari minggu di sebuah gedung di sepanjang jalan Sudirman Thamrin, maka kita perlu memastikan apakah pada hari tersebut ada program car free day atau tidak. Jika memang bertepatan dengan program car free day, berarti kendaraan tidak boleh lewat untuk waktu atau jam tertentu. Hal ini harus diantisipasi dengan memberikan informasi sebelumnya mengenai jalur alternatif yang bisa ditempuh oleh para undangan agar mereka mereka tidak kesulitan sampai ke tempat event berlangsung.
Pengalaman mengenai car free day ini pernah penulis rasakan, ketika penulis dipercaya untuk mengelola sebuah event komunitas entrepreneur di sebuah gedung di Jl Thamrin Jakarta Pusat. event tersebut dilaksanakan pada hari minggu dan bertepatan dengan program car free day. Penulis segera melakukan antisipasi dengan mengirimkan informasi selengkap mungkin, termasuk mengenai jalur alternatif yang bisa ditempuh para undangan. Untuk itu seorang EO juga perlu mengenal dengan baik, lokasi serta rute menuju tempat sebuah event akan diselenggarakan. 

Bagi Anda yang ingin menekuni bisnis Eo, ada baiknya menyimak beberapa tips berikut ini :
1. Buat tim khusus yang terdiri beberapa orang. Bisa dengan kawan sendiri. Yang penting punya komitmen yang tinggi. Tim inilah yang nantinya akan berbagi tugas dalam menangani sebuah acara.
2. Tentukan segmen yang akan dipilih. Bisa kalangan masyarakat umum, ataupun kelas tertentu, seperti kalangan korporasi atau menengah ke atas.
3. Hindari ide yang biasa-biasa aja. Jangan takut mewujudkan ide yang kelihatan gila tapi cukup inovatif. Usahakan sebuah tema yang menarik dan berbeda untuk setiap acara yang ditangani.
4. Bangun relasi yang baik dengan para sponsor dan media. Jaringan ini penting untuk membantu kesuksesan acara yang kita selenggarakan.
5. Utamakan kualitas, bukan profit. Uang akan ikut dengan sendirinya manakala kita mampu memberikan value bagi klien. Jika klien merasa puas, mereka akan memakai jasa kita lagi di masa mendatang. Mereka pasti juga akan bercerita dan itu akan menjadi promosi gratis buat kita.
6. Untuk membangun brand awareness, jangan sungkan-sungkan untuk menangani acara sosial. Hal ini akan berdampak baik bagi publisitas bisnis dan diri kita.

Sekali lagi, yang penting dalam bisnis ini adalah kreativitas. Seorang EO pada dasarnya berjualan kreativitas. Hal-hal yang berbau kreativitas inilah yang bisa bernilai tinggi. Untuk itulah seorang klien yang merasa puas mau membayar mahal.

Sumber: http://tangandiatas.com/?ar_id=ODQ=

Kamis, 19 Januari 2012

Pengobatan Amandel Teknologi Baru




RADANG amandel kerap kali muncul menyerang anak-anak. Operasi menjadi cara terakhir untuk mengatasinya. Namun, kini ada cara baru operasi amandel, yaitu dengan operasi radio frekuensi.

Amandel atau tonsilitis merupakan suatu bagian dari kelenjar getah bening yang letaknya di sisi kanan-kiri pangkal tenggorokan.

“Walaupun bisa diderita oleh siapa saja, amandel sebagian besar banyak dialami anak usia lima tahun sampai 15 tahun,” tutur dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) dari Rumah Sakit Puri Indah, Jakarta, dr Agus Subagio SpTHT.

Timbulnya penyakit ini memang cukup mengganggu penderita, seperti pada anak, yakni mengganggu tingkah laku, mendengkur saat tidur, sampai gagal jantung. Selain itu, gejala penyakit ini berupa tenggorokan terasa kering, rasa nyeri saat menelan, demam terkadang diikuti flu, pilek, sakit kepala, bau mulut, mual, dan pembesaran kelenjar getah bening di sekitar leher.

“Penanganan radang tonsil sangat beragam. Mulai terapi obat hingga operasi mengangkat tonsilatau amandel sebagai solusi akhir,” sebutnya dalam acara bertema “Radio Frekuensi untuk Tonsilektomi, Penanganan Modern Penyakit Amandel”yang diadakan oleh RS Puri Indah, Jakarta, beberapa waktu lalu.

dr Agus menyebutkan, metode penanggulangan yang terakhir untuk atasi radang tonsil, yaitu melalui operasi pengangkatan amandel. Operasi menjadi salah satu jalan untuk kasus dengan tonsilyang terinfeksi dan ukurannya kian membesar sehingga mengganggu jalan pernafasan dan jalan makan. Apabila tonsil menjadi sarang kuman, maka infeksi kerap berulang. Operasi amandel adalah operasi yang paling sering dilakukan dokter spesialis THT.

Di Amerika Serikat pada 1985 dilaporkan rata-rata 350-400 ribu melakukan operasi amandel. Di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo, selama 1990-1994 telah dilakukan 2.991 operasi amandel.

“Saat ini operasi ditunjang oleh teknologi dan perangkat mutakhir yang mengurangi dampak risiko dan sangat meringankan bagi pasien,” katanya.

Sejak satu dekade terakhir, diperkenalkan cara baru dengan menggunakan teknologi mutakhir dalam operasi pengangkatan tonsil, yaitu dengan menggunakan teknik radio frekuensi. Agus mengatakan, radio frekuensi merupakan perangkat yang menggunakan energi temperatur rendah (40-70 derajat Celsius), berbeda dengan teknik elektrokauter yang menggunakan energi dengan temperatur mencapai 400 derajat Celsius.

Radio frekuensi menggunakan gelombang radio pada frekuensi 1,5-4,5 MHz. Gelombang radio yang dihasilkan dari unit generator akan dialirkan ke elektroda yang bersentuhan dengan organ yang akan dioperasi. Energi radio akan memecah ikatan kimia di jaringan, dan pada akhirnya mengakibatkan pemotongan dan pembekuan jaringan. Karena proses ini terjadi pada suhu rendah, jaringan sekitar yang rusak akan minimal.

“Para penderita amandel kategori kronis dapat menjalani operasi menggunakan radio frekuensi yang memberikan tingkat kenyamanan yang jauh di atas prosedur bedah konvensional, bahkan dengan proses pemulihan yang lebih cepat,” katanya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di beberapa negara, disimpulkan bahwa penggunaan radio frekuensi dalam tonsilektomi (pengangkatan tonsil) memiliki beberapa keuntungan, di antaranya durasi operasi lebih singkat, pendarahan lebih sedikit, dan nyeri pascaoperasi yang lebih ringan karena tidak terdapat luka operasi yang terbuka.

Teknologi menggunakan radio frekuensi tidak semata dipergunakan untuk tonsilektomi. Radio frekuensi juga dapat digunakan untuk operasi guna mengatasi permasalahan lain seputar telinga hidung tenggorokan, di antaranya mendengkur dan konkahidung yang membesar (hipertrofi) yang berakibat tersumbatnya hidung.

CEO RS Pondok Indah Group Dr Yanwar Hadiyanto mengatakan, alat radio frekuensi ini telah menjadi salah satu perangkat yang digunakan oleh dokter ahli THT di klinik THT RS Puri Indah, Jakarta, yang didukung dokter spesialis untuk penanganan beragam penyakit dan gangguan THT. (nsa)

Sumber: 
http://lifestyle.okezone.com/ 
http://www.ngeramal.com/ 

Rabu, 24 Agustus 2011

Lailatul Qadar, Tepatnya Malam 27?

Sering ada anggapan bahwa kemungkinan besar malam yang dinanti-nanti itu akan tiba pada malam 27. Sehingga, tidaklah mengherankan kalau banyak kaum muslimin -termasuk ikhwanuna salafiyyun- yang menghidupkan malam tersebut dengan porsi ibadah yang lebih dibandingkan malam-malam yang lain.

Yang jelas, tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya Lailatul Qadar secara pasti kecuali Allah ‘azza wajalla. Hanya saja, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan dalam sabdanya:
تَحَرَّوْا ليلة القدر في العشر الأواخر من رمضان
“Carilah Lailatul Qadr itu pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.” (Muttafaqun ‘alaihi dari Aisyah radhiyallahu ‘anha)

Lebih khusus lagi, adalah malam-malam ganjil sebagaimana sabda beliau:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِفِي الْوِتْرِمِنَ الْعَشْرِالْأَوَاخِرِمِنْ رَمَضَانَ
“Carilah Lailatul Qadr itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan)”. (HR. Al-Bukhari dari Aisyah radhiyallahu ‘anha)

Dan lebih khusus lagi adalah malam-malam ganjil pada rentang tujuh hari terakhir dari bulan tersebut.
Beberapa shahabat Nabi pernah bermimpi bahwa Lailatul Qadar tiba di tujuh hari terakhir. Maka Rasulullah 

bersabda:
أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ
“Aku juga bermimpi sama sebagaimana mimpi kalian bahwa Lailatul Qadar pada tujuh hari terakhir, barangsiapa yang berupaya untuk mencarinya, maka hendaknya dia mencarinya pada tujuh hari terakhir.” (Muttafaqun ‘alaihi dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)

dalam riwayat Muslim dengan lafazh:
الْتَمِسُوهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ يَعْنِي لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلَا يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِي
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir, jika salah seorang dari kalian merasa lemah atau tidak mampu, maka janganlah sampai terlewatkan tujuh hari yang tersisa dari bulan Ramadhan.” (HR. Muslim dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)

yang lebih khusus lagi adalah malam 27 sebagaimana sabda Nabi tentang Lailatul Qadar:
لَيْلَةُ سَبْع وَعِشْرِيْنَ
“(Dia adalah) malam ke-27.” (HR. Abu Dawud, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyanradhiyallahu ‘anhuma, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud dan Asy-Syaikh Muqbil dalam Shahih Al-Musnad)

Shahabat Ubay bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu menegaskan:
والله إني لأعلمها وأكثر علمي هي الليلة التي أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم بقيامها هي ليلة سبع وعشرين
Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam (Lailatul Qadr) tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam tersebut adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menegakkan shalat padanya, yaitu malam ke-27. (HR. Muslim)

Dua riwayat terakhir di atas sering dijadikan dalil untuk menentukan bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam 27. Namun apakah pasti dan selalu malam yang lebih baik dari seribu bulan itu tiba pada malam ke-27 pada setiap tahunnya?

Kata Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah: “Pendapat yang paling kuat adalah bahwa Lailatul Qadar itu terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan, dan waktunya berubah-ubah (pada tiap tahunnya).” (Fathul Bari)

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah menerangkan:“Lailatul Qadar itu tidak dikhususkan waktunya pada malam tertentu di setiap tahunnya, namun waktunya bisa berubah-ubah, di suatu tahun terjadi pada malam 27 misalnya, dan bisa jadi di tahun yang lain pada malam 25 sesuai dengan kehendak dan hikmah Allah ta’ala.”

Apakah bisa dibenarkan seseorang yang melebihkan semangat dan porsi ibadahnya pada malam 27 saja dan tidak pada malam-malam yang lain?

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah pernah ditanya:
Kebanyakan orang meyakini bahwa malam ke-27 Ramadhan adalah Lailatul Qadar, sehingga mereka menghidupkan malam tersebut dengan shalat dan ibadah yang lain, namun tidak demikian pada malam-malam yang lain. Apakah yang seperti ini sudah mencocoki kebenaran?

Beliau menjawab:

Yang seperti ini tidak mencocoki kebenaran, karena sesungguhnya Lailatul Qadar itu bisa berbeda-beda kapan terjadinya dari tahun ke tahun, terkadang pada malam 27 dan terkadang pada malam yang lain sebagaimana ditunjukkan oleh banyak hadits tentang permasalahan tersebut.
Telah shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa pada tahun tertentu, diperlihatkan kepada beliau Lailatul Qadar, dan itu terjadi pada malam 21.

Dan telah shahih pula bahwa beliau bersabda:
التمسوها في تاسعة تبقى، في سابعة تبقى، في خامسة تبقى
“Carilah Lailatul Qadar tersebut pada 9 hari tersisa bulan Ramadhan, pada 7 hari tersisa bulan Ramadhan, dan pada 5 hari tersisa bulan Ramadhan.”

Kemudian qiyamullail itu tidak sepantasnya dikhususkan pada malam yang diharapkan terjadinya Lailatul Qadar saja, akan tetapi hendaknya seseorang bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir semuanya. Demikianlah petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, beliau mengencangkan sarungnya, membangunkan keluarganya, dan menghidupkan malam itu ‘alaihish shalatu wassalam. Maka sudah selayaknya bagi seorang mukmin yang teguh, untuk bersungguh-sungguh dalam mengisi malam-malam yang sepuluh tersebut seluruhnya sehingga dia tidak akan luput dari pahalanya. (Majmu’ Fatawa Wa Rasa’il Ibni ‘Utsaimin)

Apa hikmah tidak diketahuinya waktu terjadinya Lailatul Qadar secara pasti?

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah mengatakan: “Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala menyembunyikan pengetahuan tentang kapan kepastian terjadinya Lailatul Qadar kepada para hamba-Nya adalah karena kasih sayang-Nya kepada mereka, supaya para hamba tadi semakin memperbanyak amalannya dalam rangka mencari Lailatul Qadar di malam-malam yang penuh kemuliaan tersebut dengan shalat, dzikir, dan do’a. Sehingga akan semakin bertambahlah kedekatan mereka kepada Allah ta’ala dan bertambah pula pahala yang akan diraihnya.

Allah juga tidak menampakkan pengetahuan tentang kapan kepastian terjadinya Lailatul Qadar sebagai ujian bagi hamba-Nya, agar menjadi jelas siapa yang benar-benar bersungguh-sungguh dan semangat dalam mencari Lailatul Qadar, dan siapa yang bermalas-malasan dan hanya seenaknya saja. Seorang yang bersemangat untuk mendapatkan sesuatu, pasti dia bersungguh-sungguh dalam mencarinya dan kepayahan untuk meraih sesuatu yang diinginkan tadi menjadi hal yang ringan baginya.”  

Majmu’ Fatawa Wa Rasa’il Ibni ‘Utsaimin)

Wallahu a’lam.

http://www.assalafy.org/mahad/?p=616#more-616

Selasa, 23 Agustus 2011

Lailatul Qadar, Tepatnya Malam 21 atau 27?

Lailatul Qadar, Tepatnya Malam 21 atau 27? - Lailatul Qadar adalah malam yang diharapkan oleh semua muslim untuk berjumpa dengannya. Harapan mendapatkan lailatul qadar itu sangatlah wajar mengingat keutamaannya, yaitu waktu paling utama yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Allah SWT berfirman tentang lailatul qadar,

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ * لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Tahukah kamu apa lailatul qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik daripada seribu bulan (QS. Al-Qadar : 2-3).

Sayyid Sabiq menjelaskan makna lailatul qadar lebih baik daripada seribu bulan itu dalam Fiqih Sunnah dengan mengatakan: "Maksudnya adalah, beramal pada malam itu dengan shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur'an nilainya lebih utama daripada amalan yang sama selama seribu bulan yang tidak memiliki lailatul qadar."

Kapan Turunnya Lailatul Qadar
Inilah pertanyaannya. Kapankah turunnya lailatul qadar itu?

Dalam banyak riwayat kita akan mendapatkan jawaban yang umum bahwa lailatul qadar turun pada sepuluh hari terakhir. Lebih sempit lagi adalah pada malam-malam ganjil. Yaitu tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan.

Lalu, mengapa judul di atas lebih sempit lagi? Lailatul Qadar, Tepatnya Malam 21 atau 27? Ini dikarenakan adanya sejumlah argumentasi sebagai berikut.

Pertama, lailatul qadar yang difirmankan Allah SWT dalam surat Al-Qadar adalah juga malam nuzulul qur'an atau turunnya wahyu yang pertama, yakni surat Al-Alaq di gua hira. Setelah diteliti oleh Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury, didapatkan kesimpulan bahwa malam itu adalah tanggal 21 Ramadhan. Sebab wahyu pertama "Iqra" itu turun pada hari senin. Sedangkan hari Senin pada Ramadhan itu jatuh pada tanggal 7, 14, 21 dan 28. Dari keempat tanggal itu, yang memenuhi syarat malam ganjil pada sepuluh hari terakhir adalah tanggal 21 Ramadhan tahun pertama kenabian, atau tepatnya 10 Agustus 610 M. Jadi, lailatul qadar pernah terjadi pada tanggal 21 Ramadhan. Jika setiap tahun, tanggal lailatul qadar itu tetap, fa insya Allah, lailatul Qadar jatuh pada malam 21 Ramadhan.

"Tanggal 21 ini khususnya diyakini oleh para ulama kelompok Syafi'i" kata Yusuf Qardhawi dalam Fiqih Shiam.

Kedua, lailatul qadar dimungkinkan pula jatuh persis pada malam ke-27. Hal ini disinggung dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

مَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِى لَيْلَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ

Barangsiapa ingin mencarinya (lailatul qadar), hendaklah ia mencarinya pada malam kedua puluh tujuh. (HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani)

Hadits di atas diriwayatkan dari Ibnu Umar. Di samping itu, Ubay bin Ka'ab dan Ibnu Abbas juga memegang keyakinan bahwa lailatul qadar terjadi pada malam ke-27. bahkan, Ubay bin Ka'ab pernah bersumpah akan hal itu karena tanda-tanda lailatul qadar yang ia lihat pada malam ke-27 itu.

Jadi, Bagaimana Sebaiknya?
Tentu, bagi yang ingin bersungguh-sungguh mencari lailatul qadar tidak akan membatasi dirinya pada malam 21 atau 27 saja. Sebab, betapapun kuat dalil keduanya, ia bukan satu kepastian yang menjamin bahwa lailatul qadar pasti terjadi pada malam 21 atau 27. Mereka yang ingin lebih dekat kepada Allah, lebih mengikuti sunnah Rasulullah, serta ingin mendapati lailatul qadar hendaklah bersungguh-sungguh pada malam ganjil 10 hari terakhir.

Rasulullah SAW bersabda,

إِنِّى أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ، وَإِنِّى نُسِّيتُهَا ، وَإِنَّهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فِى وِتْرٍ

Sungguh aku diperlihatkan lailatul qadar, kemudian aku dilupakan –atau lupa- maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam yang ganjil. (Muttafaq alaih)

Bagaimana praktik yang dicontohkan Rasulullah? Ternyata beliau bukan hanya "serius" di malam ganjil. Namun di seluruh sepuluh hari terakhir, dengan menunaikan i'tikaf.

Maka Yusuf Qardhawi pun menyarankan, "Malam-malam ganjil yang dimaksud dalam hadits di atas adalah malam ke-21, 23, 25, 27 dan 29. bila masuknya Ramadhan berbeda-beda dari berbagai negara, sebagaimana yang kita saksikan sekarang, maka malam-malam ganjil di sebagian wilayah adalah malam genap di wilayah lain. Sehingga untuk hati-hati, carilah lailatul qadar ini di seluruh malam sepuluh terkahir Ramadhan."

Wallaahu a'lam bish shawab. [Muchlisin. Dari berbagai sumber, utamanya Fiqih Sunnah dan Fiqih Shiam]
http://muchlisin.blogspot.com/2011/08/lailatul-qadar-tepatnya-malam-21-atau.html

LAILATUL QADAR

Kumpulan Hadits Lailatul Qadar - Lailatul Qadar merupakan malam yang dinanti-nantikan umat Islam untuk mendapatkannya. Tersebab malam itu lebih baik dari seribu bulan, menjadikan umat Muhammad berkesempatan melampaui umat sebelumnya dalam nilai ibadah, meskipun umurnya lebih singkat. Bagaimana keutamaan lain lailatul qadar, tanda-tanda lailatul qadar, kapan terjadinya, dan doa apa yang perlu diucapkan sewaktu mendapatkan lailatul qadar? Berikut ini kumpulan hadits lailatul qadar, semoga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Hadits Keutamaan Lailatul Qadar

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa qiyamullail pada lailatul qadar karena iman dan mengharapkan perhitungan (pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim)

مَنْ يَقُمْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa qiyamullail pada lailatul qadar karena iman dan mengharapkan perhitungan (pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari)

Hadits Kapan Terjadinya Lailatur Qadar

إِنِّى أُرِيتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ، وَإِنِّى نُسِّيتُهَا ، وَإِنَّهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فِى وِتْرٍ

Sungguh aku diperlihatkan lailatul qadar, kemudian aku dilupakan –atau lupa- maka carilah ia di sepuluh malam terakhir, pada malam-malam yang ganjil. (Muttafaq alaih)

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah lailatul qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir Ramadhan (HR. Bukhari)

رَأَى رَجُلٌ أَنَّ لَيْلَةَ الْقَدْرِ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- أَرَى رُؤْيَاكُمْ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فَاطْلُبُوهَا فِى الْوِتْرِ مِنْهَا

Seseorang bermimpi bahwa lailatul qadar terjadi pada malam kedua puluh tujuh. Maka Nabi SAW bersabda, "Aku melihat mimpi kalian bertemu pada sepuluh hari terakhir, maka hendaklah ia mencarinya (lailatul Qadar) pada malam-malam ganjil." (HR. Muslim)

أَنَّ رِجَالاً مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - أُرُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْمَنَامِ فِى السَّبْعِ الأَوَاخِرِ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِى السَّبْعِ الأَوَاخِرِ ، فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِى السَّبْعِ الأَوَاخِرِ

Sesungguhnya sebagian sahabat Nabi SAW bermimpi lailatul qadar terjadi pada tujuh hari terakhir (Ramadhan). Maka Rasulullah SAW bersabda, "Aku melihat mimpi kalian bertemu pada tujuh malam terakhir, maka barangsiapa yang ingin mencarinya, hendaklah ia mencari pada tujuh malam terakhir." (HR. Bukhari)

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى السَّبْعِ الأَوَاخِرِ

Carilah lailatul qadar pada tujuh malam terakhir (HR. Muslim)

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ - يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ - فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى

Carilah ia -lailatul qadar- di sepuluh malam terakhir. Jika salah seorang kalian lemah atau tidak mampu, maka janganlah ia kalah di tujuh malam terakhir. (HR. Muslim)

قَالَ أُبَىٌّ وَاللَّهِ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِنَّهَا لَفِى رَمَضَانَ - يَحْلِفُ مَا يَسْتَثْنِى - وَوَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُ أَىُّ لَيْلَةٍ هِىَ. هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

Ubay (bin Ka'ab) berkata, "Demi Allah yang tiada tuhan melainkan Dia. Sesungguhnya ia terjadi di bulan Ramadhan. Dan demi Allah sesungguhnya aku mengetahui malam itu. Ia adalah malam yang Rasulullah memerintahkan kami untuk qiyamullail, yaitu malam kedua puluh tujuh. Dan sebagai tandanya adalah pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya putih yang tidak bersinar-sinar menyilaukan." (HR. Muslim)

قَالَ أُبَىٌّ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَاللَّهِ إِنِّى لأَعْلَمُهَا وَأَكْثَرُ عِلْمِى هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ - وَإِنَّمَا شَكَّ شُعْبَةُ فِى هَذَا الْحَرْفِ - هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

Ubay (bin Ka'ab) berkata tentang lailatul qadar, "Demi Allah, sesungguhnya aku mengetahui bahwa ia adalah malam yang Rasulullah SAW memerintahkan untuk qiyamullail, yaitu malam dua puluh tujuh (Ramadhan) –Syu'bah (salah seorang perawi) ragu dengan kata "amarana" atau "amarana bihaa". (HR. Muslim)

مَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِى لَيْلَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ

Barangsiapa ingin mencarinya (lailatul qadar), hendaklah ia mencarinya pada malam kedua puluh tujuh. (HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani)

Hadits Doa Lailatul Qadar

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Dari Aisyah ia berkata, "Aku bertanya, 'Ya Rasulullah jika aku mengetahui bahwa malam itu adalah lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan waktu itu?' Rasulullah bersabda, 'Ucapkanlah: Allaahumma innaka 'afuwwun kariim tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau Mencintai Pemaafan, maka maafkanlah aku).' (HR. Tirmidzi, shahih menurut Al-Albani).

Demikian kumpulan hadits lailatul qadar, semoga bisa menjelaskan kepada kita keutamaan lailatul qadar, tanda-tanda lailatul qadar, kapan terjadinya, dan doa apa yang perlu diucapkan sewaktu mendapatkan lailatul qadar kemudian kita termotivasi untuk bersungguh-sungguh mencarinya. Wallaahu a'lam bish shawab. [Muchlisin] http://muchlisin.blogspot.com/2011/08/kumpulan-hadits-lailatul-qadar.html