Dalam perjalan waktu, ada banyak artikel bagus-bagus yang menjadi koleksi pribadi saya. Dalam blog ini saya coba share dengan menyebutkan penulisnya disamping tulisan saya sendiri. Mudah-mudahan artikel dalam blog ini bermanfaat bagi kita semua. Jika artikel dalam blog ini ada copyright, tolong dapat di informasikan agar bisa saya hapus.
Selasa, 27 November 2012
Kelebihan Seorang PEMULA
Hore!
Hari Baru, Teman-teman.
Sudah berapa lama Anda bekerja? Tentu Anda sudah menjadi ahli dalam profesi yang Anda jalani. Tidak diragukan lagi jika keahlian Anda itu menjadi kelebihan, sekaligus faktor keunggulan Anda. Wajar. Jika semakin lama kita bekerja, semakin meningkat keahlian, keterampilan, maupun pengalaman kita. Wajar juga, jika dengan semua kelbihan itu kita bisa mendapatkan bayaran yang lebih tinggi. Namun, ada kelemahan kronis yang sering dimiliki oleh para profesional berpengalaman seperti kita.
Apakah itu? Antusiasme. Untuk soal yang satu ini, kita sering kalah jauh dibandingkan dengan para pemula. Makanya, dengan segudang pengalaman itu; kita sering cepat loyo. Cepat mengeluh. Dan cepat melemah. Setiap kali menghadapi situasi yang kurang menyenangkan di tempat kerja; kita, menjelma menjadi professional handal yang lembek. Tidak seperti para pemula yang selalu menggelora itu. Ataukah Anda masih antusias seperti mereka?
Ijinkan saya menceritakan sebuah kisah nyata. Tentang seorang karyawan yang baru saja diterima bekerja di sebuah perusahaan besar. Perusahaannya yang besar. Kalau gajinya sih, pas saja. Maksudnya; pas-pasan saja. Pas untuk membayar kontrakan, pas untuk makan sehari-hari. Pas untuk membayar ongkos naik bis. Tidak ada lagi yang bersisa. Memang hanya itu yang bisa dijangkaunya dengan gaji bulanan yang diterimanya. Tetapi dalam keserba ‘pas’-an itu sang karyawan baru seneng saja menjalani pekerjaannya. Setiap hari, dia bangun pagi-pagi sekali. Bergegas mandi, lalu segera pergi menaiki metro mini yang sejalur dengan arah kantornya. Bukan hanya berusaha supaya bisa datang di kantor sebelum jam delapan, dia bahkan menjadi orang yang datang paling pagi. Anda boleh memberinya nama Mr. A.
Selain Mr. A ada juga Mr. B. Beliau ini sudah punya pengalaman kerja yang banyak. Bahkan sekarang gajinya hampir 10 kali lipat Mr. A. Tentu sudah tidak termasuk pas-pasan lagi. Sudah lebih dari cukup untuk menjalani hidup. Adapun soal keluhan-keluhannya mengenai gaji yang tidak pernah cukup, itu disebabkan karena dia sendiri yang gemar bergonta ganti gadget. Setiap kali ada yang baru, dia menukarnya meskipun sebenarnya gadget yang dia punya juga masih tergolong baru. Tak ragu dia menggunakan kartu kreditnya untuk mencicil ini dan itu. Jadi, tidak bisa menyalahkan perusahaan jika gajinya tidak kunjung bersisa. Toh perusahaan sudah membayarnya dengan harga yang pantas. Anehnya, dengan bayaran yang tinggi itu dia masih suka mengomelkan pekerjaannya. Setiap hari, dia bangun santai saja. Lalu, menyalahkan kemacetan di jalanan sebagai biang keladi keterlambatannya tiba di kantor.
Mr. A sekarang sudah mencicil motor. Mr. B sekarang sudah mendaptkan mobil dari kantor. Dengan sepeda motor cicilannya Mr. A bisa menghemat pengeluaran karena naik angkutan umum bisa menghabiskan biaya tiga kali lipat dibandingkan membeli bensin satu tengki untuk 3 hari. Dan dia semakin bersemangat saja pergi ke kantor, karena sekarang dia bisa punya sisa dari gaji. Sekaligus bisa mengefektifkan waktu perjalanan sehingga sekarang, dia tiba dikantor lebih pagi lagi. Sedangkan Mr. B semakin sering terjebak kemacetan. Sehingga semakin sering lagi terlambat datang ke kantor. Mr. A, tidak pernah terlambat karena dia sadar bahwa sebagai seorang pegawai kecil; dia harus menunjukkan kesungguhan. Dan dia bersyukur, perusahaan mau menerimanya bekerja disana. Sedangkan Mr B, tahu betul kalau dirinya adalah orang yang penting bagi perusahaan. Sehingga saking pentingnya, perusahaan tidak akan bisa menegurnya. Dia menganggap bahwa perusahaan beruntung punya karyawan seperti dirinya.
Dibulan Desember, Mr A dan Mr. B menjalani performance appraisal dengan atasannya masing-masing. Mr. A sadar jika penilaian atasan merupakan masukan penting bagi dirinya agar bisa menjadi karyawan yang lebih baik lagi. Sedangkan Mr. B sadar benar jika perusahaan mesti lebih banyak lagi mendengarkan dirinya sehingga dia menang mutlak saat beradu argument dengan atasannya tentang penilaian itu. Walhasil, di bulan April; Mr A dan Mr B mendapatkan surat kenaikan gaji. Masing-masing, mendapatkan kenaikan gaji 10%. Meskipun persentasenya sama, tapi absoultnya berbeda karena basis angkanya berbeda. Kenaikan 10% dari gaji 10 juta kan menghasilkan tambahan 1 juta. Sedangkan 10% dari gaji satu setengah juta ya hanya seratus lima puluh ribuh rupiah saja. Meskipun begitu, Mr. A berujud sambil berurai air mata bisa mendapatkan kenaikan gaji double digit. Sedang Mr. B mempertanyakan, kenapa sih kenaikan gaji kok cuman 10% saja?!!!
Mr. A bertekad untuk bekerja lebih baik, karena perusahaan sudah baik memberinya kenaikan gaji double digit. Maka kerjanya pun semakin giat. Semakin bersemangat. Semakin hebat. Sedangkan Mr. B mengirim pesan chating pada temannya di perusahaan lain;”ditempat elo kenaikan gaji berapa persen?”. Ketika temannya menjawab “15%” kepalanya langsung puyeng. Lalu mengetik pesan ini:”Sialan, ditempat gue cuman 10%. Bego nih perusahaan. Nggak menghargai karyawannya.”
Temannya membalas:”Kan setiap perusahaan beda policy dan kemampuannya….” Lalu dia pun kembali menimpali dengan ping begini:”Kalau gini sih ngapain gue bertahan disini. Ditempat elo ada lowongan nggak…..?”
Mr. A dan Mr. B. Menjalani dua kondisi yang berbeda. Yang baru bekerja, dan yang berpengalaman lama. Yang harus mencicil motor pribadi, dan yang mendapatkan fasilitas mobil dari perusahaan. Yang gajinya UMR pas-pas, dan yang gajinya eksekutif plus-plus. Yang tempat kerjanya dikubikal sumpek, dan yang tempat kerjanya ruang kantor tertutup berAC sejuk. Yang seragamnya itu-itu saja, dan yang dasi dan jasnya berganti-ganti. Yang kenaikan gajinya hanya beberapa ratus ribu rupiah saja. Dan yang kenaikan gajinya bernilai jutaan.
Jelas sekali kondisi Mr A berbeda jauh dengan kondisi Mr. B. Sekarang, siapakah yang paling bisa menikmati hidup. Siapakah yang paling baik menjalankan pekerjaannya. Siapakah yang paling mencintai pekerjaannya. Dan. Siapakah yang paling menghargai kebaikan-kebaikan perusahaannya?
Anda, apakah termasuk Mr.A itu. Ataukah Mr.B? Apapun pilihannya, hanya Anda sendirilah yang tahu jawabannya. Tetapi, sebelum Anda terlanjur jauh memikirkan jawaban yang paling jujur, izinkan saya untuk memberi tahu Anda bahwa Mr. A dan Mr. B mempunyai sebuah persamaan. Tahukah Anda apa persamaan diantara mereka? Ketahuilah bahwa Mr. A dan Mr. B itu adalah orang yang sama. Kisah ini adalah tentang seorang pribadi, bukan dua. Seorang manusia. Seorang saja. Hanya saja, mereka berada pada periode waktu yang berbeda. Mr. A adalah gambaran kehidupan kerjanya ketika baru diterima di kantor itu. Sedangkan Mr.B adalah gambaran kehidupan kerjanya beberapa tahun kemudian. Dapatkah Anda menemukan orang-orang seperti Mr. A dan Mr. B di tempat kerja Anda? Ataukah, mungkin Anda sendiri adalah Mr.A dan Mr. B itu? Jawaban terbaiknya, hanya Anda sendiri yang mengetahui.
Sekalipun demikian, ada jenis karyawan lain yang setelah menjalani fase masa kerjanya sebagai Mr. A, dia berevolusi menjadi Mr. C. Yaitu orang yang antusiasmenya tidak pernah luntur barang sedikitpun. Profesional yang meskipun pengalaman, dan masa kerjanya terus bertambah; tetapi selalu bisa menjaga komitmennya kepada pekerjaan. Eksukutif yang meskipun sudah menapak semakin tinggi dengan beragam fasilitas yang diberikan oleh kantornya; dia masih tetap memelihara rasa syukur, kecintaan, dan dedikasinya terhadap pekerjaan dan perusahaan.
Setelah melalui fase sebagai Mr A itu; Anda ingin menjadi pribadi yang lebih dekat dengan gambaran Mr. B, ataukah Mr. C? Hanya Anda sendirilah yang berhak menentukannya. Kenapa? Karena masa depan Anda. Kualitas hidup Anda. Dan nilai pribadi Anda. Adalah teritori yang hanya Anda sendirilah yang berhak menentukannya. Namun apapun pilihan Anda; hendaknya Anda tidak pernah membuang segala kelebihan dan sikap positif yang pernah Anda miliki. Sebagai seorang pemula. Karena setiap pemula, mempunya kelebihan yang sering tidak dimiliki lagi; ketika dia, sudah tidak menjadi pemula lagi.
Salam hormat,
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman – 26 November 2012
Leadership and Personnel Development Trainer
0812 19899 737 or Ms. Vivi at 0812 1040 3327
Catatan Kaki:
Ketika mulai bekerja dulu, kita juga sangat antusias dan selalu positif, kok. Hanya saja, kita sering lupa bahwa dulu kita pernah bisa bersikap seperti itu.
Selasa, 13 November 2012
Diagnosis Diabetes Melitus
Diagnosis diabetes melitus hanya dapat ditegakkan setelah terbukti
dengan pemeriksaan gula darah.
Kadar gula darah yang jelas mengindikasikan diabetes adalah:
1. Berada dalam kisaran > 200 mg/dl untuk kadar gula darah sewaktu (GDS) atau
2. >=126 mg/dl untuk kadar gula darah puasa (GDP) dan
3. Kadar gula darah saat 2 jam setelah minum larutan glukosa 75 gram (2 jam post prandial/2jamPP). Bila kadarnya >=200 mg/dl maka dapat dipastikan Anda menderita diabetes, kadar 140-199 mg/dl dikatakan Anda menderita gangguan toleransi glukosa, dan kadar < 140 mg/dl menandakan bahwa Anda tidak menderita kedua keadaan tersebut (normal).
Selain itu Kecurigaan adanya Diabetes Melitus (DM) dipikirkan apabila terdapat keluhan klasik DM yaitu 3P (poliuri, polidipsi, polifagi), dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
a. Poliuri adalah sering berkemih terutama waktu istirahat (malam hari) yaitu 3-5 kali sehari,
b. polidipsi adalah rasa haus terus menerus,
c. polifagi adalah makan yang berlebihan. Keluhan lain dapat berupa kesemutan, lemah badan, gatal pada kulit, mata kabur, gatal pada alat kelamin pada wanita.
Sumber:
http://www.klikdokter.com/tanyadokter/read/2012/03/09/16515/diabetes-melitus
Kadar gula darah yang jelas mengindikasikan diabetes adalah:
1. Berada dalam kisaran > 200 mg/dl untuk kadar gula darah sewaktu (GDS) atau
2. >=126 mg/dl untuk kadar gula darah puasa (GDP) dan
3. Kadar gula darah saat 2 jam setelah minum larutan glukosa 75 gram (2 jam post prandial/2jamPP). Bila kadarnya >=200 mg/dl maka dapat dipastikan Anda menderita diabetes, kadar 140-199 mg/dl dikatakan Anda menderita gangguan toleransi glukosa, dan kadar < 140 mg/dl menandakan bahwa Anda tidak menderita kedua keadaan tersebut (normal).
Selain itu Kecurigaan adanya Diabetes Melitus (DM) dipikirkan apabila terdapat keluhan klasik DM yaitu 3P (poliuri, polidipsi, polifagi), dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
a. Poliuri adalah sering berkemih terutama waktu istirahat (malam hari) yaitu 3-5 kali sehari,
b. polidipsi adalah rasa haus terus menerus,
c. polifagi adalah makan yang berlebihan. Keluhan lain dapat berupa kesemutan, lemah badan, gatal pada kulit, mata kabur, gatal pada alat kelamin pada wanita.
Sumber:
http://www.klikdokter.com/tanyadokter/read/2012/03/09/16515/diabetes-melitus
Kamis, 08 November 2012
SIFAT PRIA BERDASARKAN POSISI TIDUR
Ahli
psikologi Australia telah mengidentifikasi posisi tidur pria yang dapat
dikaitkan dengan sifat dasar dan kepribadiannya. Bahkan, riset tersebut
telah ditambahkan dalam daftar identifikasi yang telah banyak kita
ketahui sebelumnya.
1. Tidur Telengkup
Pria
yang kerap tidur telengkup dengan posisi bantal di bawah kepala dan
tubuhnya di tengah-tengah ranjang merupakan ciri-ciri pribadi yang
bertanggung jawab dan idealis. Dia pencinta yang baik dan memiliki
profesionalme kerja yang kuat, dan secara bertahap mampu meningkatkan
karier.
2. Tidur Meringkuk
Posisi
tidur meringkuk seperti kucing menandakan pria yang kurang nyaman akan
dirinya. Ia membutuhkan partner yang kuat dan mandiri. Pria baik, tapi
tidak pandai meraih karier.
3. Posisi Memeluk Bantal
Posisi
tubuh berada di sisi kanan atau kiri tempat tidur dengan tangan memeluk
bantal atau pasangan, dia termasuk pria bertanggung jawab dan pendiam.
Dia tahu betul apa yang diinginkan dalam kehidupannya, dapat menjadi
ayah yang baik, pencinta yang lembut, dan pemimpin dalam dunia kerja.
4. Posisi Mendekat Kepada Pasangannya
Pria
yang tidurnya kerap memposisikan tubuh dan wajahnya dekat dengan
pasangan tergolong pria yang tidak mudah jatuh cinta, tapi sangat
menghargai kenyamanan dan wanita yang dicintainya. Dia juga seorang pria
yang tidak mudah cemburu, tidak gampang selingkuh. Dalam dunia
pekerjaan, ia bukan seorang yang pintar mengejar karier.
5. Tidur Telungkap dengan Posisi Tubuh Melintang
Tidur
telungkap dengan posisi tubuh melintang biasanya menjadi tanda pria
yang bisa memegang prinsip hubungan monogami. Ia family man yang luar
biasa, tapi juga diktator dan kurang bisa menolerir sebuah kompromi.
Dalam pekerjaan, pria ini biasanya mapan dan selalu memiliki tujuansumber: http://ramalansifat.blogspot.com/2011/08/sifat-pria-dari-posisi-tidur.html
Rabu, 25 Juli 2012
Hisab dan Rukyat Setara: Astronomi Menguak Isyarat Lengkap dalam Al-Quran tentang Penentuan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah
Diskusi soal penentuan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah seringkali terfokus pada pemaknaan rukyat dan pengambilan dalil dari banyak hadits. Minim sekali pengambilan dalil dari Al-Quran dalam hal operasionalisasi penentuan awal bulan tersebut, karena memang Al-Quran tidak secara eksplisit mengungkapkan tata caranya seperti dalam hadits. Ya, kalau sekadar menggunakan ilmu tafsir yang selama ini digunakan oleh para ulama, kita sulit menemukan isyarat operasionalisasi penentuan awal bulan qamariyah di dalam Al-Quran.Tetapi, marilah kita gunakan alat bantu astronomi untuk memahami ayat-ayat Allah di dalam Al-Quran dan di alam. Kita akan mendapatkan isyarat yang jelas dan lengkap tata cara penentuan awal bulan itu di dalam Al-Quran. Memang bukan pada satu rangkaian ayat, tetapi dalam kaidah memahami Al-Quran, satu ayat Al-Quran bisa dijelaskan dengan ayat-ayat lainnya.
Dengan pemahaman astronomi yang baik, kita bisa menemukan isyarat yang runtut dan jelas soal penentuan awal bulan qamariyahm khususnya awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhjjah. Berikut ini ayat-ayat pokok yang menuntun menemukan isyarat itu yang dipandu pemahaman ayat-ayat kauniyah dengan astronomi:
1. Kapan kita diwajibkan berpuasa? Allah memerintahkan bila menyaksikan syahru (month, bulan kalender) Ramadhan berpuasalah.
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang salah). Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan (datangnya) bulan (Ramadhan) itu maka berpuasalah. (QS 2:185)
Lalu bagaimana menentukan datangnya bulan (syahru) tersebut? Al-Quran tidak secara langsung menjelaskannya. Tetapi beberapa ayat berikut menuntun menguak isyarat yang jelas tata cara penentuan syahru tersebut, dengan dipandu pemahaman astronomi akan ayat-ayat kauniyah tentang perilaku bulan dan matahari.
2. Apa sih batasan syahru itu? Syahru itu hanya ada 12, demikian ketentuan Allah. Secara astronomi, 12 bulan adalah satu tahun.
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (QS 9:36).
3. Lalu bagaimana menentukan masing-masing syahru dalam satu tahun? Bilangan tahun diketahui dari keberulangan tempat kedudukan bulan di orbitnya (manzilah-manzilah), yaitu 12 kali siklus fase bulan. Keteraturan keberulangan manzilah-manzilah itu yang digunakan untuk perhitungan tahun, setelah 12 kali berulang. Dengan demikian, kita pun bisa menghitungnya.
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat kedudukan bulan), supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan haq (benar). Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (QS. 10:5).
4. Lalu, apa tanda-tanda manzilah-manzilah yang mudah dikenali manusia? Manzilah-manzilah ditandai dengan perubahan bentuk-bentuk bulan, dari bentuk sabit makin membesar menjadi purnama sampai kembali lagi menjadi bentuk sabit menyerupai lengkungan tipis pelepah kurma yang tua.
Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia seperti pelapah yang tua. (QS 36:39).
5. Lalu, manzilah yang mana yang bisa dijadikan awal syahru? Manzilah awal adalah hilal, bentuk sabit tipis. Itulah sebagai penentu waktu (mawaqit) awal bulan, karena tandanya jelas setelah sebelumnya menghilang yang disebut bulan mati. Purnama walau paling terang tidak mungkin dijadikan manzilah awal karena tidak jelas titik awalnya. Hilal itu bukan hanya untuk awal Ramadhan (seperti disebut pada ayat-ayat sebelumnya, di QS 2:183 – 188) dan akhirnya (awal Syawal), tetapi juga untuk penentuan waktu ibadah haji pada bulan Dzulhijjah.
Mereka bertanya kepadamu tentang hilal (bulan sabit). Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah penentu waktu bagi manusia dan (bagi penentuan waktu ibadah) haji. (QS 2:189).
Jadi, syahru (bulan) Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah ditentukan dengan hilal. Hilal adalah bulan sabit yang tampak, yang merupakan fenomena rukyat (observasi). Tetapi ayat-ayat tersebut juga tegas menyatakan bahwa manzilah-manzilah (termasuk manzilah awal, yaitu hilal) bisa dihitung (hisab). Jadi, rukyat dan hisab setara, bisa saling menggantikan atau saling melengkapi. Tanda-tanda awal bulan yang berupa hilal bisa dilihat dengan mata (rukyat) dan bisa juga dihitung (hisab) berdasarkan rumusan keteraturan fase-fase bulan dan data-data rukyat sebelumnya tentang kemungkinan hilal bisa dirukyat. Data kemungkinan hilal bisa dirukyat itu yang dikenal sebagai kriteria imkanur rukyat atau visibilitas hilal.
Apakah ada alternatif lain menentukan awal bulan, yaitu sekadar hisab bulan wujud di atas ufuk (wujudul hilal)? Saya tidak menemukan ayat yang tegas yang dapat menjelaskan soal wujudul hilal tersebut. Ada yang berpendapat isyarat wujudul hilal itu ada di dalam QS 36:40.
Tidaklah mungkin matahari mengejar bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang, dan masing-masing beredar pada garis edarnya. (QS 36:40).
Logikanya, tidak mungkin matahari mengejar bulan. Tetapi mereka berpendapat ada saatnya matahari mendahului bulan, yaitu matahari terbenam terlebih dahulu daripada bulan, sehingga bulan telah wujud ketika malam mendahului siang (saat maghrib). Saat mulai wujud itulah yang dianggap awal bulan. Tetapi itu kontradiktif. Tidak mungkin mengejar, tetapi kok bisa mendahului. Logika seperti itu terkesan mengada-ada.
Ayat tersebut secara astronomi tidak terkait dengan wujudul hilal, karena pada akhir ayat ditegaskan “masing-masing beredar pada garis edarnya”. Ayat tersebut menjelaskan kondisi fisik sistem bumi, bulan, dan matahari. Walau matahari dan bulan tampak sama-sama di langit, sesungguhnya orbitnya berbeda. Bulan mengorbit bumi, sedangkan Matahari mengorbit pusat galaksi. Orbit yang berbeda itu yang menjelaskan “tidak mungkin matahari mengejar bulan” sampai kapan pun. Malam dan siang pun silih berganti secara teratur, tidak mungkin tiba-tiba malam karena malam mendahului siang. Itu disebabkan karena keteraturan bumi berotasi sambil mengorbit matahari. Bumi juga berbeda garis edarnya dengan matahari dan bulan. Semuanya beredar (yasbahun) di ruang alam semesta, tidak ada yang diam.
Apakah penentuan awal bulan dengan menggunakan tanda-tanda pasang air laut bisa dibenarkan? Tidak benar. Pasang air laut memang dipengaruhi oleh bulan dan matahari. Pada saat bulan baru pasang air laut maksimum. Tetapi, bulan baru belum berarti terlihatnya hilal. Lagi pula, pasang maksimum yang terjadi dua kali sehari tidak memberikan kepastian untuk menentukan awal bulannya.
Ada pula kelompok yang masih menggunakan hisab (perhitungan) lama, dengan cara hisab urfi. Apakah masih dibenarkan? Hisab urfi adalah cara hisab yang paling sederhana ketika ilmu hisab belum berkembang. Caranya, setiap bulan berselang-seling 30 dan 29 hari. Bulan ganjil selalu 30 hari. Jadi Ramadhan selalu 30 hari. Belum tentu awal bulan menurut hisab urfi bersesuaian dengan terlihatnya hilal. Jadi, hisab urfi semestinya tidak digunakan lagi.
by Thomas Jamaludin
Muhammadiyah Terbelenggu Wujudul Hilal, Metode Lama yang Mematikan Tajdid Hisab.
Perbedaan Idul Fitri dan Idul Adha sering terjadi di Indonesia. Penyebab utama BUKAN perbedaan metode hisab (perhitungan) dan rukyat (pengamatan), tetapi pada perbedaan kriterianya. Kalau mau lebih spesifik merujuk akar masalah, sumber masalah utama adalah Muhammadiyah yang masih kukuh menggunakan hisab wujudul hilal. Bila posisi bulan sudah positif di atas ufuk, tetapi ketinggiannya masih sekitar batas kriteria visibilitas hilal (imkan rukyat, batas kemungkinan untuk diamati) atau lebih rendah lagi, dapat dipastikan terjadi perbedaan. Perbedaan terakhir kita alami pada Idul Fitri 1327 H/2006 M dan 1428 H/2007 H serta Idul Adha 1431/2010. Idul Fitri 1432/2011 tahun ini juga hampir dipastikan terjadi perbedaan. Kalau kriteria Muhammadiyah tidak diubah, dapat dipastikan awal Ramadhan 1433/2012, 1434/2013, dan 1435/2014 juga akan beda. Masyarakat dibuat bingung, tetapi hanya disodori solusi sementara, “mari kita saling menghormati”. Adakah solusi permanennya? Ada, Muhammadiyah bersama ormas-ormas Islam harus bersepakati untuk mengubah kriterianya.
Mengapa perbedaan itu pasti terjadi ketika bulan pada posisi yang sangat rendah, tetapi sudah positif di atas ufuk? Kita ambil kasus penentuan Idul Fitri 1432/2011. Pada saat maghrib 29 Ramadhan 1432/29 Agustus 2011 tinggi bulan di seluruh Indonesia hanya sekitar 2 derajat atau kurang, tetapi sudah positif. Perlu diketahui, kemampuan hisab sudah dimiliki semua ormas Islam secara merata, termasuk NU dan Persis, sehingga data hisab seperti itu sudah diketahui umum. Dengan perangkat astronomi yang mudah didapat, siapa pun kini bisa menghisabnya. Dengan posisi bulan seperti itu, Muhammadiyah sejak awal sudah mengumumkan Idul Fitri jatuh pada 30 Agustus 2011 karena bulan (“hilal”) sudah wujud di atas ufuk saat maghrib 29 Agustus 2011. Tetapi Ormas lain yang mengamalkan hisab juga, yaitu Persis (Persatuan Islam), mengumumkan Idul Fitri jatuh pada 31 Agustus 2011 karena mendasarkan pada kriteria imkan rukyat (kemungkinan untuk rukyat) yang pada saat maghrib 29 Agustus 2011 bulan masih terlalu rendah untuk bisa memunculkan hilal yang teramati. NU yang mendasarkan pada rukyat masih menunggu hasil rukyat. Tetapi, dalam beberapa kejadian sebelumnya seperti 1427/2006 dan 1428/2007, laporan kesaksian hilal pada saat bulan sangat rendah sering kali ditolak karena tidak mungkin ada rukyat dan seringkali pengamat ternyata keliru menunjukkan arah hilal.
Jadi, selama Muhammadiyah masih bersikukuh dengan kriteria wujudul hilalnya, kita selalu dihantui adanya perbedaan hari raya dan awal Ramadhan. Seperti apa sesungguhnya hisab wujudul hilal itu? Banyak kalangan di intern Muhammadiyah mengagungkannya, seolah itu sebagai simbol keunggulan hisab mereka yang mereka yakini, terutama ketika dibandingkan dengan metode rukyat. Tentu saja mereka anggota fanatik Muhammadiyah, tetapi sesungguhnya tidak faham ilmu hisab, seolah hisab itu hanya dengan kriteria wujudul hilal.
Oktober 2003 lalu saya diundang Muhammadiyah sebagai narasumber pada Munas Tarjih ke-26 di Padang. Saya diminta memaparkan “Kritik terhadap Teori Wujudul Hilal dan Mathla’ Wilayatul Hukmi”. Saya katakan wujudul hilal hanya ada dalam teori, tidak mungkin bisa teramati. Pada kesempatan lain saya sering mangatakan teori/kriteria wujudul hilal tidak punya landasan kuat dari segi syar’i dan astronomisnya. Dari segi syar’i, tafsir yang merujuk pada QS Yasin 39-40 terkesan dipaksakan (rincinya silakan baca blog saya http://tdjamaluddin.wordpress.com/2011/07/28/hisab-dan-rukyat-setara-astronomi-menguak-isyarat-lengkap-dalam-al-quran-tentang-penentuan-awal-ramadhan-syawal-dan-dzulhijjah/ ). Dari segi astronomi, kriteria wujudul hilal adalah kriteria usang yang sudah lama ditinggalkan di kalangan ahli falak.
Kita ketahui, metode penentuan kalender yang paling kuno adalah hisab urfi (hanya berdasarkan periodik, 30 dan 29 hari berubalang-ulang, yang kini digunakan oleh beberapa kelompok kecil di Sumatera Barat dan Jawa Timur, yang hasilnya berbeda dengan metode hisab atau rukyat modern). Lalu berkembang hisab imkan rukyat (visibilitas hilal, menghitung kemungkinan hilal teramati), tetapi masih menggunakan hisab taqribi (pendekatan) yang akurasinya masih rendah. Muhammadiyah pun sempat menggunakannya pada awal sejarahnya. Kemudian untuk menghindari kerumitan imkan rukyat, digunakan hisab ijtimak qablal ghurub (konjungsi sebelum matahari terbenam) dan hisab wujudul hilal (hilal wujud di atas ufuk yang ditandai bulan terbenam lebih lambat daripada matahari). Kini kriteria ijtimak qablal ghurub dan wujudul hilal mulai ditinggalkan, kecuali oleh beberapa kelompok atau negara yang masih kurang keterlibatan ahli hisabnya, seperti oleh Arab Saudi untuk kalender Ummul Quro-nya. Kini para pembuat kalender cenderung menggunakan kriteria imkan rukyat karena bisa dibandingkan dengan hasil rukyat. Perhitungan imkan rukyat kini sangat mudah dilakukan, terbantu dengan perkembangan perangkat lunak astronomi. Informasi imkanrur rukyat atau visibilitas hilal juga sangat mudah diakses secara online di internet.
Muhammdiyah yang tampaknya terlalu ketat menjauhi rukyat terjebak pada kejumudan (kebekuan pemikiran) dalam ilmu falak atau astronomi terkait penentuan sistem kelendernya. Mereka cukup puas dengan wujudul hilal, kriteria lama yang secara astronomi dapat dianggap usang. Mereka mematikan tajdid (pembaharuan) yang sebenarnya menjadi nama lembaga think tank mereka, Majelis Tarjih dan Tajdid. Sayang sekali. Sementara ormas Islam lain terus berubah. NU yang pada awalnya cenderung melarang rukyat dengan alat, termasuk kacamata, kini sudah melengkapi diri dengan perangkat lunak astronomi dan teleskop canggih. Mungkin jumlah ahli hisab di NU jauh lebih banyak daripada di Muhammadiyah, walau mereka pengamal rukyat. Sementara Persis (Persatuan Islam), ormas “kecil” yang sangat aktif dengan Dewan Hisab Rukyat-nya berani beberapa kali mengubah kriteria hisabnya. Padahal, Persis kadang mengidentikan sebagai “saudara kembar” Muhammadiyah karena memang mengandalkan hisab, tanpa menunggu hasil rukyat. Persis beberapa kali mengubah kriterianya, dari ijtimak qablal ghrub, imkan rukyat 2 derajat, wujudul hilal di seluruh wilayah Indonesia, sampai imkan rukyat astronomis yang diterapkan.
Demi penyatuan ummat melalui kalender hijriyah, memang saya sering mengkritisi praktek hisab rukyat di NU, Muhammadiyah, dan Persis. NU dan Persis sangat terbuka terhadap perubahan. Muhammadiyah cenderung resisten dan defensif dalam hal metode hisabnya. Pendapatnya tampak merata di kalangan anggota Muhammadiyah, seolah hisab itu hanya dengan kriteria wujudul hilal. Itu sudah menjadi keyakinan mereka yang katanya sulit diubah. Gerakan tajdid (pembaharuan) dalam ilmu hisab dimatikannya sendiri. Ketika diajak membahas kriteria imkan rukyat, tampak apriori seolah itu bagian dari rukyat yang terkesan dihindari.
Lalu mau kemana Muhammadiyah? Kita berharap Muhammadiyah, sebagai ormas besar yang modern, mau berubah demi penyatuan Ummat. Tetapi juga sama pentingnya adalah demi kemajuan Muhammadiyah sendiri, jangan sampai muncul kesan di komunitas astronomi “Organisasi Islam modern, tetapi kriteria kelendernya usang”. Semoga Muhammadiyah mau berubah!
by Thomas Djamaluddin
Kamis, 28 Juni 2012
Gejala dan Pencegahan Batu Ginjal
Batu ginjal disebabkan oleh penggumpalan kristal mineral dan garam di
dalam ginjal atau saluran kencing. Besarnya batu ginjal bervariasi,
dari hanya sebesar butiran pasir sampai sebesar bola golf. Pada
kebanyakan kasus, batu ginjal tidak menimbulkan gejala karena ukurannya
kecil sehingga dapat terbuang sendiri melalui air seni tanpa kita
sadari. Namun, kadang-kadang bila ukurannya besar mereka dapat
tersangkut di saluran kencing sehingga menimbulkan sakit luar biasa yang
disebut kolik. Dalam kasus lain, batu ginjal terus
menetap dan perlahan-lahan membesar di dalam ginjal sehingga
menyebabkan kerusakan permanen. Karena alasan tersebut, penting sekali
untuk mencegah timbulnya batu ginjal.
Penyebab
Batu ginjal
terutama disebabkan oleh kristalisasi kalsium oksalat (sejenis garam
pada beberapa makanan) atau, yang lebih jarang, asam urat (limbah
penguraian protein dalam tubuh). Konsumsi berlebihan makanan yang
mengandung kalsium oksalat atau asam urat berisiko menimbulkan batu
ginjal. Kurang mengkonsumsi cairan juga dapat menjadi penyebab. Bila
kita kurang minum, air seni menjadi lebih kental sehingga memudahkan
kristalisasi garam dan mineral. Kelainan metabolisme tertentu juga dapat
membuat tubuh lebih mudah memproduksi batu ginjal.
Batu ginjal
sering terulang pembentukannya, terutama bila faktor-faktor seperti pola
makan dan pola minum seseorang tidak berubah. Pria dua kali lebih
sering terkena dibandingkan wanita dan risikonya terus meningkat seiring
usia. Gejala batu ginjal dirasakan 12% pria dan 5% wanita berumur 70
tahun.
Krisis kolik ginjal
Ketika batu ginjal tersangkut, terjadi situasi yang disebut krisis kolik ginjal.
Ini adalah kedaruratan medis yang memerlukan tindakan segera untuk
menghilangkan sakit dan mencegah komplikasi yang terkait
(pendarahan, infeksi ginjal, dll). Gejala krisis kolik ginjal adalah:
- sakit yang sangat menyengat dan tajam di ginjal (di bawah tulang rusuk belakang) yang menjalar hingga ke perut, kelamin dan paha. Rasa sakit bisa berlangsung beberapa menit atau jam yang diselingi periode nyaman.
- rasa mual dan muntah, demam atau menggigil.
- buang air tidak lancar, hanya sedikit-sedikit yang keluar. Hal ini disebabkan oleh sumbatan batu ginjal dalam aliran air seni.
- ada darah dalam air seni
Bila
Anda terkena krisis kolik ginjal, Anda harus segera memeriksakan diri
ke dokter. Langkah terbaik biasanya adalah langsung ke bagian gawat
darurat rumah sakit di mana tersedia peralatan yang lengkap untuk
menangani krisis Anda. Anda akan mendapatkan penghilang nyeri yang
disuntikkan agar rasa sakit Anda segera hilang. Dokter kemudian akan
memeriksa keberadaan batu ginjal dengan pemeriksaan sampel darah dan
urin serta ultrasound, CT Scan atau rontgen. Pemeriksaan ini
membantu dokter menentukan tindakan apa yang sebaiknya diambil.
Jika
batu ginjal cukup besar dan tidak dapat dikeluarkan melalui saluran
kemih, Anda mungkin harus menjalani litotripsi atau operasi untuk
menghilangkannya. Litotripsi menggunakan gelombang kejut atau laser
untuk memecah batu ginjal tanpa pembedahan. Operasi yang disebut perkutaneus nefrolipotomi dilakukan bila batu ginjal terlalu besar atau berada di tempat yang tidak memungkinkan pemecahan dengan litotripsi.
Pencegahan
- Minumlah air yang cukup. Minumlah setidaknya 2 liter air sehari atau satu gelas setiap jamnya (lebih banyak bila cuaca panas atau Anda banyak beraktivitas fisik). Dengan meminum banyak air, urin Anda bertambah sehingga mengurangi konsentrasi garam dan mineral.
- Minumlah sepanjang hari. Bila Anda minum hanya di pagi hari, air tersebut akan dibuang melalui kencing dalam dua jam berikutnya sehingga konsentrasi garam dan mineral di siang hari meningkat. Anda harus membiasakan minum lebih sering.
- Pilih makanan yang kaya vitamin A. Asupan vitamin A sebesar 5000 IU per hari (setara 60 gram wortel) menyehatkan fungsi sistem urin dan mencegah pembentukan batu ginjal. Makanan yang kaya vitamin A adalah brokoli, melon, ikan, dan hati. Namun, berhati-hatilah jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan bervitamin A dari sumber hewani, karena kelebihan vitamin A justru menyebabkan masalah kesehatan lain.
- Kurangi garam dalam makanan. Dengan mengurangi garam, Anda mengurangi kadar kalsium dalam urin.
- Jangan berlebihan mengkonsumsi susu dan produk susu (keju, yogurt, es krim, dll) berkalsium tinggi. Kelebihan kalsium akan dibuang oleh tubuh melalui urin sehingga meningkatkan risiko batu ginjal.
- Jangan berlebihan mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium oksalat tinggi seperti cokelat, kacang, bayam, anggur, dll.
- Jangan berlebihan mengkonsumsi vitamin C dan D karena dapat mempermudah pengkristalan kalsium oksalat. Konsumsi 3 atau 4 gram vitamin C dan 400 IU vitamin D setiap hari sudah memenuhi kebutuhan sebagian besar orang.
- Perbanyak mengkonsumsi makanan yang mengandung magnesium dan vitamin B6 karena dapat mengurangi kadar kalsium oksalat dalam air seni.
- Kembangkan pola hidup aktif. Kalsium adalah unsur pembentuk tulang. Dengan hidup aktif, Anda membantu pembentukan kalsium menjadi tulang. Sebaliknya, gaya hidup kurang gerak mendukung kalsium untuk beredar dalam darah dan berisiko menjadi kristal.
- Kurangi peredaran asam urat. Semua hal yang dapat mencegah asam urat juga mencegah pembentukan batu ginjal.
sumber:
http://majalahkesehatan.com/gejala-dan-pencegahan-batu-ginjal/
Cara Membaca Hasil Tes Darah Anda
Meski
bukan dokter kita perlu juga tahu / bisa memahami hasil test darah.
Hanya dengan beberapa milliliter darah aja kita dapat mengetahui kondisi
kesehatan kita seperti apa ?
Dengan hasil test darah kita jadi lebih
waspada dan mengetahui kondisi kesehatan kita. Banyak jenis pemeriksaan
darah yang direkomendasi dokter, antara lain :
1. BMP (Basic Metabolic Panel) yaitu pemeriksaan dasar untuk mengetahui fungsi metabolisme tubuh
2. CBC (Complete Blood Count) yaitu pemeriksaan darah tepi lengkap
Basic Metabolic Panel
1. Glukosa
Tujuan
* melihat kadar gula darah dan skrining diabetes. Pengambilan darah dilakukan setelah 8 jam puasa dan setelah 2 jam makan dilakukan lagi pemeriksaan darah,
Angka Normal
* glukosa puasa 65 – 100 mg/dl, setelah makan < 140 mg/dl
Waspada :
* Kadar glukosa lebih rendah dari hasil normal bukan masalah selama tidak kurang dari 50 mg/dl atau terjadi gejala hipoglikemia (pusing, berkeringat, sakit kepala, detak jantung cepat)
* Kadar glukosa puasa > 100 mg/dl = pra diabetes (badan sulit memproses gula), > 126 mg/dl = diabetes
* Kadar glukosa 2 jam setelah makan : 140 – 199 mg/dl = pra diabetes, > 200 mg/dll = diabetes
2. BUN (Blood Urea Nitrogen) / Urea dan Kreatinin Darah
Tujuan
* Melihat fungsi ginjal, BUN mengukur kadar nitrogen yang disaring oleh ginjal dan dibuang lewat air seni. Kreatin = hasil buangan dari bentuk energi di otot.
Angka Normal
* BUN : 6 – 24 mg/dl
* Kreatin : 0.5 – 1.2 mg/dl
Waspada
* Kadar BUN meningkal bisa menjadi sinyal malfungsi ginjal, namun lebih sering merupakan pertanda dehidrasi. Bila rasio BUN:Kreatinin > 20:1, Anda harus mengasup lebih banyak cairan
* Tingkat kreatinin harus terus dipantau untuk pengidap diabetes / hipertensi karena penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi ginjal. Kreatinin > 1.4 mg/dl bisa menjadi pertanda masalah ginjal
3. Sodium, Potasium dan Klorida
Tujuan
* Memeriksa keseimbangan cairan dan mekanisme tubuh mengolah garam.
Angka Normal
* Sodium : 136 – 145 mEq/L
* Potasium : 3.5 – 5.5 mEq/L
* Klorida : 97 – 110 mg/dl
Waspada
* Jangan cemas bila ketiga diatas agak diluar normal karena beberapa obat bisa mempengaruhi kadar sodium dan potassium. Tapi bila hasilnya terlalu tinggi / rendah kemungkinan ada gangguan ginjal
4. Kalsium dan Fosfor
Tujuan
* Melihat kondisi tulang tetapi bukan untuk mendiagnosis keropos tulang (osteoporosis).
Angka Normal
* Kalsium : 8.4 – 10.4 mg/dl
* Fosfor : 2.5 – 4.5 mg/dl
Waspada
* Jika kalsium dalam darah rendah, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang untuk memberi makanan pada otot, kalsium diperlukan otot untuk berkontraksi. Jika ini terjadi terus maka peluang osteoprosis semakin besar
* Tingkat fosfor tinggi biasanya disebabkan oleh penyakit ginjal. Bila kadar fosfor meningkat, penyerapan kalsium akan terganggu sehingga dapat merapuhkan tulang
5. ALP (Alkalin Fosfatase), ALT (Alanin Transaminase) dan Albumin
ALP dan ALT adalah enzim dalam liver, albumin merupakan protein yang diproduksi liver.
Tujuan
* Memeriksa kondisi liver
Angka Normal
* ALP : 98 – 279 unit/L
* ALT : 13 – 50 unit/L
* Albumin : 3.5 – 5.5 g/dl
Waspada
* Meningkatnya ALP dan ALT mengindikasikan gangguan liver, sementara rendahnya albumin merupakan indikasi kerusakan liver. Pada tahap awal kerusakan liver sering tidak menunjukkan tanda-tanda. Karena itu test ini merupakan alat deteksi yang baik.
Complete Blood Count
1. HgB (Hemaglobin) dan HCT (Hematocrit)
Tujuan
* Memeriksa kemungkinan anemia
Angka Normal
* Hgb wanita dewasa : 12 – 16 g/dl
* HgB pria dewasa : 14 – 18 g/dl
* HCT wanita dewasa : 38 – 47%
* HCT pria dewasa : 42 – 50%
Waspada
* Umumnya tingkat HgB < 12 g/dl dan HCT < 36% menunjukan Anemia
* Jika sel darah merah dari batas normal (MCV tinggi) maka kandungan vitamin B12 dan asam folat dalam darah mungkin rendah
* MCV (Mean Corpusculaar Volume) adalah volume rata-rata satu sel darah merah. Bila sel darah merah rendah (MCV rendah) bisa menjadi pertanda rendahnya kadar zat besi dalam darah
2. Trombosit
Tujuan
* Melihat kemampuan tubuh mengontrol pendarahan
Angka Normal
* 200.000 – 400.000 / mm3
Waspada
* Bila test <> 450.000 m3 mudah terjadi pembekuan darah.
* Jumlah trombosit harus terus dipantau pada pasien demam berdarah yang trombosit nya cenderung turun
3. Sel Darah Putih
Tujuan
* Kemampuan tubuh melawan infeksi.
Angka Normal
* 5.000 – 10.000 / mm3
Waspada
Meningkatnya sel darah putih merupakan pertanda infeksi. Jika cukup parah, jumlah sel darah putih bisa membengkak 3 kali lipat. Jenis-jenis sel darah putih yang berbea merupakan petunjuk adanya gangguan kesehatan yang berbeda. Misal neutrophil meningkat = infeksi bakteri, lymphocytes meningkat = infeksi virus.
Sumber : Majalah Pesona edisi Desember 2008
http://www.anakunhas.com/
2. CBC (Complete Blood Count) yaitu pemeriksaan darah tepi lengkap
Basic Metabolic Panel
1. Glukosa
Tujuan
* melihat kadar gula darah dan skrining diabetes. Pengambilan darah dilakukan setelah 8 jam puasa dan setelah 2 jam makan dilakukan lagi pemeriksaan darah,
Angka Normal
* glukosa puasa 65 – 100 mg/dl, setelah makan < 140 mg/dl
Waspada :
* Kadar glukosa lebih rendah dari hasil normal bukan masalah selama tidak kurang dari 50 mg/dl atau terjadi gejala hipoglikemia (pusing, berkeringat, sakit kepala, detak jantung cepat)
* Kadar glukosa puasa > 100 mg/dl = pra diabetes (badan sulit memproses gula), > 126 mg/dl = diabetes
* Kadar glukosa 2 jam setelah makan : 140 – 199 mg/dl = pra diabetes, > 200 mg/dll = diabetes
2. BUN (Blood Urea Nitrogen) / Urea dan Kreatinin Darah
Tujuan
* Melihat fungsi ginjal, BUN mengukur kadar nitrogen yang disaring oleh ginjal dan dibuang lewat air seni. Kreatin = hasil buangan dari bentuk energi di otot.
Angka Normal
* BUN : 6 – 24 mg/dl
* Kreatin : 0.5 – 1.2 mg/dl
Waspada
* Kadar BUN meningkal bisa menjadi sinyal malfungsi ginjal, namun lebih sering merupakan pertanda dehidrasi. Bila rasio BUN:Kreatinin > 20:1, Anda harus mengasup lebih banyak cairan
* Tingkat kreatinin harus terus dipantau untuk pengidap diabetes / hipertensi karena penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi ginjal. Kreatinin > 1.4 mg/dl bisa menjadi pertanda masalah ginjal
3. Sodium, Potasium dan Klorida
Tujuan
* Memeriksa keseimbangan cairan dan mekanisme tubuh mengolah garam.
Angka Normal
* Sodium : 136 – 145 mEq/L
* Potasium : 3.5 – 5.5 mEq/L
* Klorida : 97 – 110 mg/dl
Waspada
* Jangan cemas bila ketiga diatas agak diluar normal karena beberapa obat bisa mempengaruhi kadar sodium dan potassium. Tapi bila hasilnya terlalu tinggi / rendah kemungkinan ada gangguan ginjal
4. Kalsium dan Fosfor
Tujuan
* Melihat kondisi tulang tetapi bukan untuk mendiagnosis keropos tulang (osteoporosis).
Angka Normal
* Kalsium : 8.4 – 10.4 mg/dl
* Fosfor : 2.5 – 4.5 mg/dl
Waspada
* Jika kalsium dalam darah rendah, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang untuk memberi makanan pada otot, kalsium diperlukan otot untuk berkontraksi. Jika ini terjadi terus maka peluang osteoprosis semakin besar
* Tingkat fosfor tinggi biasanya disebabkan oleh penyakit ginjal. Bila kadar fosfor meningkat, penyerapan kalsium akan terganggu sehingga dapat merapuhkan tulang
5. ALP (Alkalin Fosfatase), ALT (Alanin Transaminase) dan Albumin
ALP dan ALT adalah enzim dalam liver, albumin merupakan protein yang diproduksi liver.
Tujuan
* Memeriksa kondisi liver
Angka Normal
* ALP : 98 – 279 unit/L
* ALT : 13 – 50 unit/L
* Albumin : 3.5 – 5.5 g/dl
Waspada
* Meningkatnya ALP dan ALT mengindikasikan gangguan liver, sementara rendahnya albumin merupakan indikasi kerusakan liver. Pada tahap awal kerusakan liver sering tidak menunjukkan tanda-tanda. Karena itu test ini merupakan alat deteksi yang baik.
Complete Blood Count
1. HgB (Hemaglobin) dan HCT (Hematocrit)
Tujuan
* Memeriksa kemungkinan anemia
Angka Normal
* Hgb wanita dewasa : 12 – 16 g/dl
* HgB pria dewasa : 14 – 18 g/dl
* HCT wanita dewasa : 38 – 47%
* HCT pria dewasa : 42 – 50%
Waspada
* Umumnya tingkat HgB < 12 g/dl dan HCT < 36% menunjukan Anemia
* Jika sel darah merah dari batas normal (MCV tinggi) maka kandungan vitamin B12 dan asam folat dalam darah mungkin rendah
* MCV (Mean Corpusculaar Volume) adalah volume rata-rata satu sel darah merah. Bila sel darah merah rendah (MCV rendah) bisa menjadi pertanda rendahnya kadar zat besi dalam darah
2. Trombosit
Tujuan
* Melihat kemampuan tubuh mengontrol pendarahan
Angka Normal
* 200.000 – 400.000 / mm3
Waspada
* Bila test <> 450.000 m3 mudah terjadi pembekuan darah.
* Jumlah trombosit harus terus dipantau pada pasien demam berdarah yang trombosit nya cenderung turun
3. Sel Darah Putih
Tujuan
* Kemampuan tubuh melawan infeksi.
Angka Normal
* 5.000 – 10.000 / mm3
Waspada
Meningkatnya sel darah putih merupakan pertanda infeksi. Jika cukup parah, jumlah sel darah putih bisa membengkak 3 kali lipat. Jenis-jenis sel darah putih yang berbea merupakan petunjuk adanya gangguan kesehatan yang berbeda. Misal neutrophil meningkat = infeksi bakteri, lymphocytes meningkat = infeksi virus.
Sumber : Majalah Pesona edisi Desember 2008
http://www.anakunhas.com/
Langganan:
Postingan (Atom)





